Pasien Isolasi Mandiri Banyak Meninggal, Wagub DKI: Keluarga Naikkan Komunikasi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. REUTERS/Willy Kurniawan

    Pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. REUTERS/Willy Kurniawan

    Jakarta - Wakil Gubernur atau Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui ada peningkatan jumlah kematian pasien Covid-19 saat isolasi mandiri atau isoman di rumah.

    "Ada peningkatan memang jumlah yang meninggal saat isoman, untuk itu sudah ditangani, dikoordinasikan dengan RT, RW, Lurah dan Puskemas setempat, bahkan setiap rumah diberi tanda," kata Wagub DKI Riza saat mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu, 24 Juli 2021.

    Dalam kunjungan yang disiarkan langsung di akun pribadinya, Instagram @arizapatria, politikus Gerindra itu juga meminta keluarga pasien isoman lebih perhatian. Dia mengimbau pasien isoman tidak ditinggalkan begitu saja.

    "Jadi tingkatkan komunikasi antarkeluarga dengan keluarga yang isoman dan petugas setempat," kata Riza.

    Sebelumnya, Koordinator Koalisi Warga Lapor Covid-19, Irma Hidayana, mengatakan lebih dari 650 warga positif Covid-19 meninggal saat isolasi mandiri sejak Juni hingga Ahad, 18 Juli 2021.

    Di Jakarta, pasien isolasi mandiri yang meninggal dalam periode itu disebut berjumlah 53 orang.

    Baca juga : Bantuan Peti Mati untuk Jenazah Pasien Covid-19 Kota Bogor

    M YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.