Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pemerintah Desa Bojong Koneng Kembali Didemo, Ini Tuntutan Massa

image-gnews
Sejumlah massa kembali mendemo kantor pemerintahan desa di Babakan Madang itu karena sengketa lahan yang terjadi. Kabupaten Bogor, Selasa 5 Oktober 2021. TEMPO/M.A MURTADHO
Sejumlah massa kembali mendemo kantor pemerintahan desa di Babakan Madang itu karena sengketa lahan yang terjadi. Kabupaten Bogor, Selasa 5 Oktober 2021. TEMPO/M.A MURTADHO
Iklan

TEMPO.CO, Bogor - Pemerintah Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, kembali didemo oleh warganya. Para pengunjuk rasa meminta kasus perusakan kantor desa yang dilakukan massa demo anarkistis pada Sabtu lalu diusut tuntas.

Warga Desa Bojong Koneng yang berdemonstrasi itu, beberapa di antaranya adalah kaum ibu, mendesak kasus perusakan yang dipicu masalah sengketa lahan itu diproses hukum. Alasannya, warga desa merasa dirugikan dan pelayanan jadi terhambat.

"Kami merasa terganggu dengan dirusaknya fasilitas kantor desa oleh massa yang entah dari mana kemarin datangnya, pelayanan administrasi dan pengambilan sembako pun jadi tertunda gara-gara itu," ucap Siti Masitoh, seorang warga Bojong Koneng, Selasa, 5 Oktober 2021.

Warga lain, Yadi Mulyadi mengatakan kedatangan puluhan warga hari ini menggelar demo damai. Bahkan, demo hari ini mendukung dan meminta pemerintah desa beserta kepolisian terus mengusut dan menangkap oknum-oknum yang merusak fasilitas kantor. Akibat perusakan itu ketenteraman warga desa turut terganggu.

"Sebab ulah perusakan ini, kami justru mendapat pikiran jelek dari pihak luar. Kami dikatakan warga barbar yang tidak tahu aturan, itu kan memalukan bagi kami dan apalagi kasus ini jadi isu nasional. Pokoknya kami ingin perusak kantor ditangkap, biar dia merasakan ulahnya itu telah merugikan banyak orang khususnya warga asli sini," ucap Yadi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Camat Babakan Madang Cecep Imam Nagarasid menyebut pelaporan sempat dicabut oleh pihak pemerintah Desa Bojong Koneng. Namun karena ini sudah menjadi perhatian publik dan menjadi isu Nasional, proses hukum perusakan akan tetap berlanjut.

"Ini kan perusakan fasilitas milik negara, jadi tetap kasusnya berlanjut dan akan diproses. Infonya, hingga hari ini polisi terus mencari para oknum pelaku perusakan khususnya provokator yang menyulut emosi warga saat aksi unjuk rasa kemarin. Akibatnya pengunjuk rasa jadi anarkis dan merusak fasilitas milik kantor desa Bojong Koneng," kata Cecep.

M.A MURTADHO

Baca juga: Pemerintah Desa Bojong Koneng Cabut Laporan Soal Perusakan Kantor, Sebab...

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Megawati Singgung Konflik Agraria Terjadi karena Konversi Lahan

4 jam lalu

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengepalkan tangan salam merdeka saat penutupan Rakernas IV PDI Perjuangan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Minggu, 1 Oktober 2023. Rakernas IV PDI Perjuangan itu menghasilkan 9 rekomendasi soal kedaulatan pangan dan 8 rekomendasi pemenangan Pemilu 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
Megawati Singgung Konflik Agraria Terjadi karena Konversi Lahan

Megawati mengatakan, sekilas, konversi lahan dilakukan untuk hal-hal yang lebih bagus. Padahal, kata dia, hal itu tidak dilakukan dengan melihat visi


Merdeka Copper Gold Kecam Perusakan Fasilitas Proyek Emas Pani di Pohuwato

9 hari lalu

Logo PT Merdeka Copper Gold Tbk.  Foto : PT Merdeka Copper Gold Tbk
Merdeka Copper Gold Kecam Perusakan Fasilitas Proyek Emas Pani di Pohuwato

PT. Merdeka Copper Gold Tbk. mengecam perusakan fasilitas Proyek Emas Pani dan sejumlah fasilitas publik di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.


Kasus Pemukulan Petugas dan Perusakan SPBU di Sleman, Ini Temuan Pertamina Jateng

11 hari lalu

Operator dan pengawas SPBU di Sleman Yogyakarta yang menjadi korban penganiayaan mendapatkan penghargaan dan santunan dari Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT). Dok. Istimewa
Kasus Pemukulan Petugas dan Perusakan SPBU di Sleman, Ini Temuan Pertamina Jateng

Pertamina Jateng mengecam keras aksi penganiayaan belasan orang kepada operator SPBU yang mendukung Program Subsidi Tepat MyPertamina.


Kondisi Terkini Rempang: Warga Resah Dicari Polisi, Polda Kepri Minta Warga Tidak Usah Takut

19 hari lalu

Spanduk imbauan tempat pendaftaran relokasi warga Rempang, Kota Batam, Selasa, 12 September 2023. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Kondisi Terkini Rempang: Warga Resah Dicari Polisi, Polda Kepri Minta Warga Tidak Usah Takut

Warga tidak berani keluar rumah karena adanya informasi massa aksi anarkis dicari polisi.


Demo Relokasi Rempang Eco-city: 15 Polisi Terluka, 14 Warga Melayu Ditangkap

20 hari lalu

Beberapa orang massa aksi yang diamankan polisi saat unjuk rasa di depan Kantor BP Batam, Senin, 11 September 2023. Foto Yogi Eka Sahputra
Demo Relokasi Rempang Eco-city: 15 Polisi Terluka, 14 Warga Melayu Ditangkap

Setidaknya 14 massa yang melakukan aksi unjuk rasa menolak relokasi kampung melayu di Pulau Rempang diamankan Polresta Barelang, 11 September 2023.


Wali Kota Bekasi Jamin Bakal Bayar Lahan 3 Sekolah Disegel Ahli Waris Rp 19 Miliar

31 hari lalu

Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) V Bantargebang di Kota Bekasi terpaksa belajar dari rumah atau PJJ karena sekolah mereka disegel ahli waris lahan sejak Minggu, 27 Agustus 2023. Tempo/Adi Warsono
Wali Kota Bekasi Jamin Bakal Bayar Lahan 3 Sekolah Disegel Ahli Waris Rp 19 Miliar

Wali Kota Bekasi memperkirakan pembayaran lahan tiga sekolah kepada ahli waris bisa terlaksana paling lambat pada November 2023.


Puluhan Jurnalis Demo di Depan Polrestabes Bandung Kecam Tindak Kekerasan Polisi

31 hari lalu

Warga saksi kerusuhan menunjukan cartridge gas air mata saat kampungnya diserbu aparat kepolisian di Dago Elos, Bandung, Jawa Barat, 15 Agustus 2023. Polisi menembak gas air mata dan melakukan perusakan rumah-rumah  saat sweeping ke perkampungan setelah kerusuhan pecah di Kampung Dago Elos semalam. Buntut konflik lahan antara warga dan klaim ahli waris atas Kampung Dago Elos berakhir rusuh setelah warga yang memblokade jalan raya dihalau oleh polisi dengan tindakan represif. Sejumlah warga ditangkap dan jurnalis mengalami kekerasan serta intimidasi. TEMPO/Prima Mulia
Puluhan Jurnalis Demo di Depan Polrestabes Bandung Kecam Tindak Kekerasan Polisi

Perwakilan dari pers mahasiswa juga bergabung bersama warga dan Lembaga Bantuan Hukum Bandung dalam demo di Polrestabes Bandung itu.


Kasus 3 Sekolah Disegel di Bantargebang, Pemkot Bekasi Wajib Bayar Rp 19 Miliar kepada Ahli Waris

33 hari lalu

Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) V Bantargebang di Kota Bekasi terpaksa belajar dari rumah atau PJJ karena sekolah mereka disegel ahli waris lahan sejak Minggu, 27 Agustus 2023. Tempo/Adi Warsono
Kasus 3 Sekolah Disegel di Bantargebang, Pemkot Bekasi Wajib Bayar Rp 19 Miliar kepada Ahli Waris

Setelah kalah di pengadilan, Pemkot Bekasi tak kunjung bayar lahan, bahkan ajukan PK sehingga 3 sekolah disegel oleh ahli waris.


3 Sekolah Disegel Ahli Waris di Bantargebang, Pemkot Bekasi Kalah Sidang Sengketa Lahan

33 hari lalu

Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) V Bantargebang di Kota Bekasi terpaksa belajar dari rumah atau PJJ karena sekolah mereka disegel ahli waris lahan sejak Minggu, 27 Agustus 2023. Tempo/Adi Warsono
3 Sekolah Disegel Ahli Waris di Bantargebang, Pemkot Bekasi Kalah Sidang Sengketa Lahan

Kasus sekolah disegel di Bantargebang terjadi karena Pemkot Bekasi tak kunjung membayar lahan tempat 3 sekolah dasar itu berdiri sejak 2022.


Suriah Terus Bergejolak, Markas Partai Penguasa Ditutup Demonstran

34 hari lalu

Suriah Terus Bergejolak, Markas Partai Penguasa Ditutup Demonstran

Para pengunjuk rasa yang menuntut diakhirinya pemerintahan otoriter menutup markas besar partai Baath yang berkuasa di Sweida, Druze, Suriah barat daya.