Terkini, Panitia Reuni 212 Rapat dengan DKI Bahas Perizinan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif seusai pertemuan dengan pimpinan Partai Gerindra, PKS, dan PAN di rumah Maher Algadrie, Jalan Prapanca, Jakarta Selatan, Selasa malam, 31 Juli 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif seusai pertemuan dengan pimpinan Partai Gerindra, PKS, dan PAN di rumah Maher Algadrie, Jalan Prapanca, Jakarta Selatan, Selasa malam, 31 Juli 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif menggelar rapat bersama Pemprov DKI untuk membahas izin Reuni 212 di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada 2 Desember 2021. Saat ini, aksi tersebut masih terganjal izin dari pihak Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya.

    "Rapat masih berlangsung secara virtual," ujar Slamet saat dihubungi Tempo, Senin, 29 November 2021.

    Dalam surat yang panggilan rapat yang diberikan Slamet kepada Tempo, rapat bersama Pemprov DKI itu dipimpin langsung Asisten Pemerintahan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko. Rapat digelar sebagai tindak lanjut dari permohonan PA 212 yang ingin mengadakan aksi Reuni 212 nanti.

    Dalam rapat tersebut turut diundang Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal Mulyo Aji, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran, Wali Kota Jakarta Pusat, dan beberapa kepala SKPD Pemprov DKI Jakarta. Surat bernomor 1435/-1.782 itu juga ditembuskan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

    Sebelumnya, Polda Metro Jaya belum memberi izin perihal aksi Reuni 212. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar E. Zulpan mengatakan izin belum diberikan lantaran pihak panitia belum dapat memenuhi persyaratan administrasi.

    Menurut Zulpan, panitia Reuni 212 sempat mengajukan izin pada Kamis, 18 November 2021 lalu. "Namun kami belum memberikan rekomendasi karena kelengkapan administrasi belum dipenuhi," ujar dia di Polda Metro Jaya pada Kamis, 25 November 2021.

    Adapun syarat administrasi yang dimaksud mulai dari proposal kegiatan sampai surat rekomendasi dari Satgas Covid-19. Zulpan mengatakan salah satu yang belum dipenuhi oleh panitia Reuni 212 adalah rekomendasi tersebut.

    Sementara itu Wasekjen Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin mengatakan pihaknya sudah menentukan lokasi Reuni 212 di kawasan Patung Kuda atau Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Novel mengatakan persiapan mekanisme kegiatan sudah selesai, hanya tinggal menunggu perizinan.

    "Masih proses perizinan nanti kalau sudah ada hasil kami akan berikan rilis resminya," ujar Novel. Ia mengatakan Reuni 212 akan diikuti oleh 7 juta massa. Mereka antara lain para ulama hingga simpatisan Rizieq Shihab.

    Novel mengatakan dalam acara kali ini, PA 212 bakal menuntut pemerintah Indonesia membebaskan Rizieq Shihab. Selain itu, massa yang mengikuti Reuni 212 juga mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan 6 anggota FPI.

     Baca juga: Wagub DKI Minta Panitia Reuni 212 Mempertimbangkan Lagi Rencananya

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.