Disebut Lancang Minta Sahroni Mundur dari Formula E, PSI: Justru Tanda Sayang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperhatikan mobil Tesla Model Y milik Ketua Pelaksana Formula E Ahmad Sahroni di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 29 November 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperhatikan mobil Tesla Model Y milik Ketua Pelaksana Formula E Ahmad Sahroni di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 29 November 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekjen DPP PSI Dea Tunggaesti membantah desakan kepada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh untuk memerintahkan Ahmad Sahroni mundur dari jabatannya sebagai Ketua Pelaksana Formula E merupakan perbuatan yang lancang. Menurut Dea, hal itu dilakukan karena NasDem dan PSI merupakan partai koalisi pendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi. 

    "Justru pernyataan itu merupakan tanda sayang sebagai sesama kawan koalisi, bukan lancang. Kami bersuara sebagai sesama partai pendukung Pak Jokowi,” kata Dea dalam keterangannya, Kamis, 2 Desember 2021. 

    Dea menerangkan sebagai partai pendukung, sudah selayaknya Partai NasDem ikut sama-sama menjaga presiden agar jangan sampai terseret Formula E, yang dianggapnya bermasalah sejak awal.

    “Budaya saling mengingatkan penting untuk memastikan koalisi tetap di satu haluan dalam menjaga Pak Jokowi. Kalau kami diam, justru keliru,” kata Dea.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali menilai PSI telah lancang meminta Surya Paloh untuk menarik mundur Ahmad Sahroni dari jabatannya sebagai Ketua Pelaksana Formula E. Ali mengatakan, Formula E merupakan event internasional yang mesti didukung karena akan mempromosikan wajah Indonesia, bukan hanya DKI Jakarta.

    Sementara itu, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mengatakan ditunjuknya Sahroni sebagai  ketua pelaksana terlepas dari statusnya sebagai politikus di partai itu. Bahkan, kata Wibi, partai tidak pernah merekomendasikan atau menunjuk Wibi terlibat di Formula E. 

    "Jadi tidak ada kaitannya dengan parpol tertentu, tapi profesionalitas bang Roni sebagai penggiat dan penggila otomotif," kata Wibi saat dihubungi Tempo, Selasa, 30 November 2021. 

    Selain itu, Wibi mengatakan Sahroni yang dikenal sebagai sosok crazy rich Tanjung Priok memang seorang penggila otomotif. Dia juga memegang jabatan sebagai Sekretaris Jenderal Ikatan Motor Indonesia (IMI). Sehingga, penunjukkan sebagai Ketua Pelaksana Formula E tidak ada hubungannya dengan partai. 

    "Jadi ketika PSI minta Pak Surya Paloh mencopot, memangnya pak Surya Paloh yang menentukan? Kan aneh," kata Wibi. 

    Baca juga: Deretan Kritik PSI ke Formula E, Terbaru Minta Ahmad Sahroni Mundur

    M JULNIS FIRMANSYAH


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.