Dinas Kesehatan Jelaskan Alasan Belum Saatnya DKI Jakarta Tarik Rem Darurat

Penumpang menunggu kedatangan kereta commuterline rute Tanah Abang - Rangkasbitung di peron Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Januari 2022. Pada periode sebelumnya, Jakarta telah berstatus PPKM level 1. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Meski sejumlah indikator penanganan Covid-19 dan penularan varian Omicron di Ibu Kota menunjukkan laju kenaikan yang tinggi, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan Gubernur Anies Baswedan belum perlu menarik rem darurat.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan penambahan kasus Covid-19 saat ini masih dalam batasan aman, termasuk tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit dan juga ICU. 

"Ya, relatif saat ini antara risiko dan kemudian manfaatnya, kita lihat situasi saat ini masih bisa pada PPKM Level 2," ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia kepada Tempo, Rabu, 26 Januari 2022. 

Dwi menjelaskan saat ini keterisian ICU di rumah sakit mencapai 14 persen dan keterisian tempat tidur atau BOR isolasi berada di tingkat 45 persen. Menurut Dwi, angka tersebut masih aman, karena batasan alarmnya adalah BOR di angka 60 - 70 persen. 

Data terakhir Dinas Kesehatan DKI pada Rabu, 26 Januari 2022, menunjukkan ada kenaikan 1886 kasus aktif pad hari Rabu kemarin. Sehingga secara total, ada 14.082 kasus aktif Covid-19 atau orang yang sedang menjalani perawatan atau isolasi. 

Adapun kasus positif baru Covid-19 pada hari Rabu kemarin ada penambahan 3.509 orang.   

Menurut Dwi Oktavia rem darurat ditarik bila angka BOR tempat isolasi, BOR rumah sakit, dan pertambahan kasus sudah tidak stabil. 

"Itu menjadi poin penting. Selain juga tentu aktivitas warga, ya, yang mungkin sudah kita lihat sudah sulit untuk dikendalikan prokesnya dan sebagainya," kata Dwi.  

Meski belum merekomendasikan Gubernur Anies Baswedan menarik rem darurat, Dwi mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga dan menerapkan protokol kesehatan. Sebab, hal itu menjadi salah satu faktor naiknya angka positif Covid-19 di Jakarta saat ini.  

M JULNIS FIRMANSYAH 

Baca juga: PN Jakarta Barat Ditutup Setelah 13 Hakim dan Pegawai Positif Covid-19






Protes Besar Covid-19 Meletus di China setelah Kebakaran di Wilayah Muslim Uighur

10 jam lalu

Protes Besar Covid-19 Meletus di China setelah Kebakaran di Wilayah Muslim Uighur

Sejumlah penduduk di alun-alun menyanyikan lagu kebangsaan China sementara yang lain berteriak ingin dibebaskan dari lockdown.


16 Hari Kampanye Anti-Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DKI Ciptakan Ruang Aman

15 jam lalu

16 Hari Kampanye Anti-Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DKI Ciptakan Ruang Aman

DKI Jakarta melawan kekerasan dengan berupaya mewujudkan ruang aman bagi perempuan dan anak di Jakarta.


Hujan Petir Diprediksi Landa Jakarta pada Sabtu Siang dan Sore Ini

17 jam lalu

Hujan Petir Diprediksi Landa Jakarta pada Sabtu Siang dan Sore Ini

BMKG memprediksi bahwa DKI Jakarta akan diguyur hujan petir pada Sabtu siang dan sore ini, 26 Desember 2022.


Daftar Lokasi Vaksinasi Booster Covid-19 di DKI Jakarta, hingga 31 Desember

17 jam lalu

Daftar Lokasi Vaksinasi Booster Covid-19 di DKI Jakarta, hingga 31 Desember

DKI Jakarta tetap membuka pelayanan vaksinasi booster Covid-19 dosis kedua di akhir pekan.


Pengembangan M Bloc Space, Ada Renovasi Sistem Integrasi Transjakarta, MRT, dan LRT

18 jam lalu

Pengembangan M Bloc Space, Ada Renovasi Sistem Integrasi Transjakarta, MRT, dan LRT

Kementerian BUMN bakal mengembangkan kawasan M Bloc Space, Blok M, Jakarta Selatan.


Cerita Pejabat Kamboja Tertarik Tiru AJIB DKI Jakarta & Raja Norodom Sihanouk Gemar Lagu Bengawan Solo

19 jam lalu

Cerita Pejabat Kamboja Tertarik Tiru AJIB DKI Jakarta & Raja Norodom Sihanouk Gemar Lagu Bengawan Solo

Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyampaikan ketertarikannya terhadap pelayanan terpadu satu pintu di Mal Pelayanan Publik Provinsi DKI Jakarta.


Taufik Basari Jelaskan Alasan NasDem Abstain Usulan Revisi UU IKN,

19 jam lalu

Taufik Basari Jelaskan Alasan NasDem Abstain Usulan Revisi UU IKN,

Taufik Basari menyatakan NasDem abstain terkait usulan revisi UU IKN karena beberapa alasan.


RAPBD DKI Rp 83,7 Triliun Diketok Jumat Dini Hari, Akan Disahkan di Rapat Paripurna DPRD Pekan Depan

21 jam lalu

RAPBD DKI Rp 83,7 Triliun Diketok Jumat Dini Hari, Akan Disahkan di Rapat Paripurna DPRD Pekan Depan

RAPBD DKI 2023 sempat membengkak hingga Rp 87,2 trilun. Akan disahkan menjadi APBD pada rapat paripurna DPRD pekan depan.


PAM Jaya Dapat PMD 2023 Senilai Rp 324,6 Miliar, Demi Kedaulatan Air Cakupan 100 %

21 jam lalu

PAM Jaya Dapat PMD 2023 Senilai Rp 324,6 Miliar, Demi Kedaulatan Air Cakupan 100 %

PAM Jaya memperoleh persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta tentang Penyertaan Modal Daerah 2023 senilai Rp 324,6 miliar.


Kamboja Belajar Layanan di Mal Pelayanan Publik DKI Jakarta, Akan Ditiru

23 jam lalu

Kamboja Belajar Layanan di Mal Pelayanan Publik DKI Jakarta, Akan Ditiru

DKI Jakarta menerima kunjungan Kementerian Dalam Negeri Kamboja, Transparency International Cambodia, dan Action Aid Cambodia.