Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Polisi Minta Komunitas Lain Tak Tiru Pemain Sepatu Roda Latihan di Jalan Raya

image-gnews
Sejumlah pemain sepatu roda menggunakan jalan raya yang mendapat sorotan warganet di Jakarta, Senin, 9 Mei 2022. (ANTARA / Instagram@arizapatria/dewa)
Sejumlah pemain sepatu roda menggunakan jalan raya yang mendapat sorotan warganet di Jakarta, Senin, 9 Mei 2022. (ANTARA / Instagram@arizapatria/dewa)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo meminta masyarakat tidak meniru aksi pemain sepatu roda yang berlatih di Jalan Gatot Subroto pada Ahad, 8 Mei 2022 lalu. Karena aksi mereka dianggap sangat membahayakan.  

Sambodo menyatakan telah memberikan sanksi berupa represif non yustisial kepada mereka berupa edukasi dan surat pernyataan agar tidak mengulangi aksinya lagi. Sanksi ini diberikan dengan diwakili oleh Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Poserosi) Provinsi DKI Jakarta Muhammad Sal. 

Menurut Sambodo, pemberian sanksi ini karena aksi para pemain sepatu roda yang melintas di Jalan Gatot Subroto itu baru pertama kali dilakukan. Karenanya, mereka hanya diberi peringatan supaya tidak mengulangi pelanggaran terhadap Undang-undang Lalu Lintas itu dan tidak ditiru orang lain. 

"Dan ini juga kami imbau kepada komunitas lainnya, tidak hanya pesepatu roda tapi juga skateboard, roll skate, otoped dan sebagainya yang digerakkan tenaga manusia sebagai sebuah kendaraan tidak bermotor maka wajib mengikuti aturan lalu lintas yang berlaku," kata dia saat konferensi pers di Kantor Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya di Pancoran, Jakarta, Selasa, 10 Mei 2022. 

Sambodo pun menjelaskan alasan kenapa aksi para pemain sepatu roda tersebut melangggar undang-undang dan sangat berbahaya, baik bagi diri mereka sendiri maupun orang lain. Diantaranya, ketika mereka, memperlambat kecepatannya, rem mendadak, atau bermanuver menghindari kendataan bermotor, maka bisa menimbulkan kecelalaan lalu lintas. 

"Jadi apa yang dilakukan para pesepatu roda ini tidak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga membahayakan orang lain, dan kami dari pihak kepolisian wajib hukumnya memberi tindakan apakah tindakannya represif non yustisial atau represif yustisial," ujar Sambodo.  

Sambodo mengingatkan, sesuai pasal 105 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebutkan setiap orang yang menggunakan jalan wajib berpeilaku tertib, dan mencegah hal-hal yang dapat merintangi, membahayakan keamanan, dan keselamatan lalu lintas jalan, atau yang dapat menimbulkan kerusakan jalan.  

"Jadi setiap pengguna jalan wajib berperilaku tertib dan mencegah hal-hal yang dapat merintangi, mebahayakan keamanan dan keselamatan lalu lintas, dan gangguan jalan," ucapnya.  

Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Poserosi) Provinsi DKI Jakarta Muhammad Sal sebelumnya telah meminta maaf setelah insiden latihan sepatu roda di jalan raya tersebut viral di media sosial dan mendapatkan perhatian dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Riza juga membagikan video tersebut di akun media sosialnya seperti instagram.  

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Saya selaku Ketua Poserosi DKI Jakarta secara terbuka minta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pengguna jalan di Jakarta, khusus pengguna jalan pada Minggu (8 Mei) pagi," kata Muhammad Sal dalam keterangan tertulis, Senin.  

Dia juga mengungkapkan, mereka yang berlatih sepatu roda di Jalan Gatot Subroto adalah atlet peraih medali mulai dari emas, perak hingga perunggu DKI Jakarta pada PON Papua yang juga atlet pelatnas Asian Games Hangzhou, China, 2022. 

Mereka berlatih bergabung bersama atlet klub Monastana dengan kegiatan Marathon 49 km mulai pukul 08.00 WIB melintasi Kawasan Gatot Subroto dan finis di Sabang pukul 09.30 WIB.  

Muhammad juga menyatakan atlet berlatih di jalan raya bukan tanpa alasan karena mereka adalah atlet-atlet pelatnas yang tengah mempersiapkan diri untuk Kejuaraan Nasional Piala Ibu Negara (Kejurnas PIN) yang rencananya digelar Juni 2022.  

Dia juga mengatakan sebenarnya terdapat tempat latihan resmi di JIRTA Sunter, Jakarta Utara, namun arena tersebut kemarin tutup dan baru bisa digunakan Senin ini. Oleh sebab itu, Ical berpendapat, ke-12 atlet pelatnas sepatu roda (8 atlet asal DKI Jakarta) bukan untuk gagah-gagahan berlatih di jalan raya.  

“Mereka benar-benar berlatih untuk memacu fisik demi Merah Putih di medan laga nanti di Asian Games 2022. Ini baru kelar libur lebaran jadi anak-anak ingin tetap menjaga fisik dan stamina agar tak kendor," kata dia. 

Baca juga: Polisi Beri Sanksi Represif Non Yustisial ke Para Pemain Sepatu Roda, Apa Itu?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Rincian 18 Jam Tangan Mewah yang Dirampok di PIK 2

1 jam lalu

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi saat konferensi pers pengungkapan kasus home industry narkotika tablet PCC dan obat tanpa Ijin edar dari BPOM RI, di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Mei 2024. Seorang tersangka ditangkap dalam pembongkaran pabrik rumahan narkoba ini. Tersangka berinisial MH (43 tahun) yang perannya sebagai karyawan. Ia bertugas sebagai supir mobil APV, mengambil bahan baku dan mengirim tablet PCC maupun obat tanpa ijin edar dari BPOM RI. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Rincian 18 Jam Tangan Mewah yang Dirampok di PIK 2

Polda Metro Jaya merilis rincian daftar merek jam tangan mewah yang dirampok di toko di kawasan PIK 2.


Pemerasan Ria Ricis, Polisi Ungkap Identitas Pelaku, Motif dan Modus Pelaku

1 hari lalu

Artis Ria Ricis usai diperiksa karena laporannya ke Polda Metro Jaya mengenai ancaman pemerasan yang dia terima. Dia ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Senin, 10 Juni 2024. Tempo/Cicilia Ocha
Pemerasan Ria Ricis, Polisi Ungkap Identitas Pelaku, Motif dan Modus Pelaku

Kasus Pengancaman dan Pemerasan Ria Ricis terus berlangsung, Ada motif sakit hati yang dilakukan oleh tersangka yang ternyata pernah bekerja di rumah korban.


Perampokan Bersenjata di Toko Jam Tangan Mewah PIK 2, Kerugian Rp 14 Miliar

1 hari lalu

Ilustrasi begal / penyerangan dengan senjata tajam pisau / klitih / perampokan. Shutterstock
Perampokan Bersenjata di Toko Jam Tangan Mewah PIK 2, Kerugian Rp 14 Miliar

Polisi telah menangkap pelaku perampokan yang membawa 18 jam tangan mewah itu di sebuah hotel di Cipanas, Puncak, pada Selasa petang.


Polda Metro Jaya Terbitkan Sprindik Baru untuk Kasus Firli Bahuri

1 hari lalu

Direktur Koordinasi dan Supervisi II KPK Yudiawan Wibisono (tengah) dan Direktur Tindak Pidana Khusus Polda Metro Jaya Ade Safri Simanjuntak (kiri) saat menjelaskan hasil rapat koordinasi supervisi KPK dengan Polda Metro Jaya perihal pemerasan yang menyeret Ketua KPK Firli Bahuri, di Gedung Merah Putih KPK, Jumat, 17 November 2023. TEMPO/Bagus Pribadi
Polda Metro Jaya Terbitkan Sprindik Baru untuk Kasus Firli Bahuri

Sprindik baru kasus Firli Bahuri berdasarkan laporan polisi tipe A pada 7 Mei 2024.


Polda Metro Jaya Tangkap Pria yang Ancam dan Peras Ria Ricis Rp 300 Juta

1 hari lalu

Artis Ria Ricis usai diperiksa karena laporannya ke Polda Metro Jaya mengenai ancaman pemerasan yang dia terima. Dia ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Senin, 10 Juni 2024. Tempo/Cicilia Ocha
Polda Metro Jaya Tangkap Pria yang Ancam dan Peras Ria Ricis Rp 300 Juta

Polda Metro Jaya menangkap seorang laki-laki inisial AP (29), tersangka kasus dugaan pengancaman dan pemerasan terhadap Ria Ricis.


Polda Metro Jaya Yakin Bekas Ketua KPK Firli Bahuri Tidak Akan Kabur

1 hari lalu

Pertemuan Firli Bahuri dengan Syahrul.
Polda Metro Jaya Yakin Bekas Ketua KPK Firli Bahuri Tidak Akan Kabur

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Ade Safri Simanjuntak memastikan, Firli Bahuri tak akan kabur.


Kronologi Kasus Pemerasan Ria Ricis, Pelaku Ternyata Pengangguran

1 hari lalu

Ria Ricis/Foto: Instagram/Ria Ricis
Kronologi Kasus Pemerasan Ria Ricis, Pelaku Ternyata Pengangguran

Ria Ricis mengatakan ancaman tersebut tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, melainkan juga keluarga dan tim manajemen.


Pemeras Ria Ricis Ditangkap di Cipayung, Ini Motifnya

2 hari lalu

Ria Ricis. Instagram
Pemeras Ria Ricis Ditangkap di Cipayung, Ini Motifnya

Tersangka mengancam Ria Ricis setelah melakukan peretasan untuk memperoleh foto dan video Youtuber itu.


Polisi Sebut Foto dan Video Ria Ricis yang Diancam Disebar Bukan Konten Syur

2 hari lalu

Artis Ria Ricis usai diperiksa karena laporannya ke Polda Metro Jaya mengenai ancaman pemerasan yang dia terima. Dia ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Senin, 10 Juni 2024. Tempo/Cicilia Ocha
Polisi Sebut Foto dan Video Ria Ricis yang Diancam Disebar Bukan Konten Syur

Ria Ricis menerima ancaman penyebarluasan video dan fotonya melalui dua nomor WhatsApp.


Alami Pemerasan Rp 300 Juta, Ria Ricis Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya

2 hari lalu

Artis Ria Ricis usai diperiksa karena laporannya ke Polda Metro Jaya mengenai ancaman pemerasan yang dia terima. Dia ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Senin, 10 Juni 2024. Tempo/Cicilia Ocha
Alami Pemerasan Rp 300 Juta, Ria Ricis Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya

Ria Ricis diperiksa karena laporannya ke Polda Metro Jaya mengenai ancaman pemerasan.