Abbi Rizal Afif buat Keterangan Palsu, Polisi Fokus Kasus Penculikan Anak

Tersangka penculikan anak yang ditembak oleh polisi hanya bisa terduduk meringis saat pimpinan Polres Bogor melakukan keterangan pers terkait aksinya. Kamis, 12 Mei 2022. Dok. Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Polres Bogor tidak mendalami sejumlah pengakuan palsu yang disampaikan tersangka penculikan anak Abbi Rizal Afif soal eks narapidana teroris. Selain mengaku pernah ditahan di Lapas Gunung Sindur karena menjadi nari terorisme, Rizal juga mengklaim murid Bahar bin Smith,  dan terlibat kasus Bom Sarinah.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo DC Tarigan mengatakan fokus perhatian tim penyidik saat ini adalah tindak pencabulan anak dan penculikan anak yang dilakukan pria asal Depok itu. Modus dia menyampaikan keterangan palsu saat diperiksa polisi belum diketahui.

"Kami fokus pada penyidikan pencabulan anak dan penculikan anak," kata dia saat dihubungi, Senin, 16 Mei 2022.

Rizal Afif ditangkap Anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak atau PPA Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor dengan cara ditembak. Tersangka penculik anak itu melawan saat hendak ditangkap. Pria 27 tahun asal Depok itu lantas dibawa ke kantor Polres Bogor, Cibinong untuk diperiksa.

Siswo mengatakan pengejaran Rizal dimulai pada 9 Mei setelah kepolisian mendapat laporan jika anak bernama F hilang sejak sehari sebelumnya. Pada 10 Mei, F ditemukan di Jalan Fatmawati, Jakarta.

“Dari keterangan korban kami identifikasi pelaku, dicocokkan dengan alat bukti lain. Pada tanggal 12 Mei pelaku ARA ini kami tangkap di wilayah Senayan. Saat hendak diamankan, melawan. Kami beri tindakan tegas terukur,” kata Siswo kepada Tempo di kantornya, Jumat, 13 Mei 2022.

Pengejaran terhadap buruh harian lepas di Depok itu sekaligus berhasil menggagalkan upaya penculikan terhadap anak lain. Pada saat dibuntuti, Rizal sedang membawa dua korban anak lainnya dan dibawa ke sebuah rumah ibadah di bilangan Senayan yang dijadikan pelaku sebagai lokasi pengumpulan korbannya.

Setelah menurunkan korban, Abbi Rizal Afif bergerak lagi dan saat itulah petugas Unit PPA Satreskrim Polres Bogor menangkapnya. Kepada polisi, Rizal sempat mengaku sebagai mantan narapidana teroris.  

Menurut Siswo, Rizal mengaku sebagai anggota polisi dan Satgas Covid-19 untuk memperdaya korban sehingga korban tak melawan saat dibawa. Dia kini mendekam di tahanan Polres Bogor itu.

“Motifnya adalah untuk menguasai barang berharga korban dengan modus ngaku sebagai petugas dan satgas Covid, sehingga korban tidak berdaya dan mengikuti instruksi pelaku. Saat sampai di salah satu rumah ibadah yang dijadikan titik kumpul korban, pelaku merampas telepon genggam milik korban. Makanya kita kenakan pasal 82 dan 83 tentang perlindungan anak. Hukumannya 15 tahun penjara,” kata Siswo.

Selain merampas barang berharga milik korban, Siswo mengatakan Abbi Rizal Afif diduga memperdaya korban untuk melampiaskan nafsu seksualnya.

Siswo menyebut, tersangka penculikan anak itu mengatakan sudah menculik 12 anak sejak awal Ramadan, tiga di antaranya menjadi korban pencabulan pelaku. Modusnya adalah membawa makanan untuk korban yang telah dibubuhi obat tidur. "Dalam kondisi tidak sadar karena itu, korban pun dicabuli," kata Siswo.

Baca juga: Pengakuan Palsu Tersangka Penculikan Anak: dari eks Napi Terorisme hingga Berlatih di Poso






Kasus Penculikan Anak Meningkat Awal 2023, Apa Lagi Selain Penculikan Malika?

1 hari lalu

Kasus Penculikan Anak Meningkat Awal 2023, Apa Lagi Selain Penculikan Malika?

Kasus penculikan anak bertambah lebih banyak pada awal 2023. Total 28 kejadian terjadi sepanjang awal tahun ini.


Cegah Penculikan Anak, Pakar di UGM Minta Orang Tua Bangun Relasi Sosial

6 hari lalu

Cegah Penculikan Anak, Pakar di UGM Minta Orang Tua Bangun Relasi Sosial

Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Wahyu Kustiningsih, menyampaikan kondisi ini mengingatkan pentingnya membangun interaksi dan relasi sosial.


Polda Papua Barat Tangkap 5 Tersangka Lagi Pembakar Perempuan Difabel

6 hari lalu

Polda Papua Barat Tangkap 5 Tersangka Lagi Pembakar Perempuan Difabel

Polda Papua Barat membantah korban sebagai pelaku penculikan anak dan menyebut tuduhan tersebut hoaks.


Psikolog Ingatkan Pengawasan Orang Tua untuk Cegah Penculikan Anak

7 hari lalu

Psikolog Ingatkan Pengawasan Orang Tua untuk Cegah Penculikan Anak

Psikolog mengingatkan pentingnya meningkatkan pengawasan orang tua untuk mencegah penculikan anak yang kini tengah marak.


Ramai soal Penculikan Anak, Perhatikan Kondisi Psikologis Korban

7 hari lalu

Ramai soal Penculikan Anak, Perhatikan Kondisi Psikologis Korban

Psikolog mengatakan anak korban penculikan akan merasakan trauma yang membuat cemas dan tidak aman sehingga dapat mengganggu kegiatan sehari-hari.


Mengapa Marak Aksi Penculikan Anak? Ini Penjelasan dari Pakar

8 hari lalu

Mengapa Marak Aksi Penculikan Anak? Ini Penjelasan dari Pakar

Penculikan anak terjadi salah satunya karena pengawasan masyarakat belakangan ini semakin melemah seiring kentalnya sikap individualis.


Beredar Video Penculikan Anak Dimasukkan ke Dalam Karung di Bekasi, Polisi Pastikan Hoax

9 hari lalu

Beredar Video Penculikan Anak Dimasukkan ke Dalam Karung di Bekasi, Polisi Pastikan Hoax

Kapolres Bekasi meminta masyarakat tidak panik namun tetap waspada dengan maraknya isu penculikan anak.


Polda Metro Belum Terima Data Penculikan Anak yang Marak Tersiar di Grup WA Emak-emak

11 hari lalu

Polda Metro Belum Terima Data Penculikan Anak yang Marak Tersiar di Grup WA Emak-emak

Polda Metro Jaya belum menerima data soal isu penculikan anak di Jakarta. Isu tersebut marak dan beredar di grup WA emak-emak.


Marak Isu Penculikan, Emak-Emak di Depok: Hoaks atau Bohong Kami Tetap Khawatir

11 hari lalu

Marak Isu Penculikan, Emak-Emak di Depok: Hoaks atau Bohong Kami Tetap Khawatir

Emak-emak di Depok diresahkan dengan maraknya isu penculikan yang merebak melalui group media sosial WhatsApp


Beredar Pesan Berantai Penculikan Anak di Cibinong, Polisi: Isu Belaka

12 hari lalu

Beredar Pesan Berantai Penculikan Anak di Cibinong, Polisi: Isu Belaka

Polsek Cibinong mengimbau orang tua segera melapor ke polisi jika melihat penculikan anak