DKI Siap Pakai APBD untuk Pengolahan Sampah Berbasis RDF di Bantargebang

Reporter

Petugas dengan alat berat mengambil sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 1 Juni 2020. Penurunan volume sampah di Bantargebang ini diakibatkan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berdampak pada aktivitas di pusat perbelanjaan dan kuliner. ANTARA/Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta akan mempertimbangkan penggunaan dana dari APBD untuk pengolahan sampah dengan teknologi RDF yang saat ini sedang dibangun di Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.   

Kepala Dinas LH DKI Asep Kuswanto mengatakan penggunaan APBD untuk pengolahan sampah RDF atau Refuse-Derived Fuel harus mendapat persetujuan dari TPAD atau Tim Anggaran Pemerintah Daerah.  

"Kalau memang disetujui oleh kami akan upayakan dibangun oleh dana APBD," katanya seperti dikutip Tempo dari laman DPRD DKI, Selasa, 17 Mei 2022.

Tempat pengolahan sampah berbasis teknologi RDF, yang saat ini sedang dibangun di Bantargebang ditargetkan selesai tahun ini dan mampu mengolah sampah sebanyak 2000 ton per hari serta dapat menghasilkan pemasukan untuk Pendapatan Daerah.

Asep menjelaskan RDF mampu mengolah sampah menjadi bahan baku pengganti batu bara hingga 800 ton. “Itu akan dijual lagi ke pabrik semen dan pembangkit listrik. Bahkan pabrik semen Indocement dan SBI sudah mau menerima," katanya.

Usulan agar Pemprov DKI menggunakan dana APBD ketimbang dana pihak ketiga untuk pengolahan sampah RDF disampaikan Komisi D DPRD DKI Jakarta.

Komisi D mendorong Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melakukan swakelola mandiri pengolahan sampah Refuse-Derived Fuel (RDF) di Bantargebang. Tujuannya, demi efektifitas anggaran.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah di Jakarta mengatakan pengolahan sampah RDF yang ada di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantargebang saat ini dibangun pihak ketiga dengan dana pinjaman sebesar Rp900 miliar.

Bila RDF dengan skema yang sama diproyeksikan akan dibangun di seluruh kota administrasi di Jakarta, Ida mengkhawatirkan akan berpotensi merugikan bahkan kemungkinan akan bernasib sama seperti pembangunan Intermediate Treatment Facility atau ITF Sunter yang sudah 11 tahun tak kunjung selesai dan menanggung bunga cukup tinggi.

"Saya pesimis, kalau sampai berbicara menggunakan anggaran pihak ketiga, nanti nasibnya akan sama dengan ITF yang sampai hari ini belum jalan dari tahun 2011. Kalau anggarannya cuma Rp 900 miliar, saya berharap pakai APBD saja," ujarnya.  

Ida berharap Dinas LH Jakarta lebih memprioritaskan pembangunan RDF karena dana yang dibutuhkan tidak sebesar ITF, namun memiliki manfaat yang lebih baik, bahkan tempat pengolahan sampah RDF tidak perlu membayar komisi setiap tahunnya.

"Artinya ini lebih efektif, bahkan kita tidak perlu ada biaya tip (tipping fee) hanya operasional dan PJLP saja. Sedangkan ITF nantinya kita harus bayar biaya tip  setiap tahunnya kepada investor," ucapnya.

Baca juga: Wagub: Sampah di DKI Jakarta 7.800 Ton per Hari






Banyak Sopir Truk Batu Bara yang Nakal, SPBU di Bengkulu Ini Tutup Layanan Pengisian Solar

3 jam lalu

Banyak Sopir Truk Batu Bara yang Nakal, SPBU di Bengkulu Ini Tutup Layanan Pengisian Solar

Penutupan layanan pengisian BBM bersubsidi jenis solar akibat adanya konflik antara petugas SPBU dengan sopir mobil truk.


DKI Kembali Gelar Lomba Baca Jakarta, Tantangan Membaca Buku Selama 30 Hari

4 jam lalu

DKI Kembali Gelar Lomba Baca Jakarta, Tantangan Membaca Buku Selama 30 Hari

Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar lomba Baca Jakarta, tantangan membaca buku selama 30 hari.


Transjakarta Gandeng Kodam Jaya untuk Melatih Kedisiplinan Karyawan

6 jam lalu

Transjakarta Gandeng Kodam Jaya untuk Melatih Kedisiplinan Karyawan

Transjakarta menggandeng Kodam Jaya untuk memberikan pelatihan dan pendidikan kepada staf dan karyawan.


Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

22 jam lalu

Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

Update Covid hari ini Jumat 30 September 2022 bertambah 1.857 kasus sehingga total mencapai 6.431.624 orang.


Protes JJ Rizal Soal Halte Transjakarta Dilawan oleh Pejabat DKI, Saya Bilang Jalan Terus

1 hari lalu

Protes JJ Rizal Soal Halte Transjakarta Dilawan oleh Pejabat DKI, Saya Bilang Jalan Terus

Dinas Kebudayaan DKI Jakarta tolak JJ Rizal dengan menyebut revitalisasi Halte TransJakarta tidak ganggu Bundaran HI.


Peminat Walking Tour Membeludak, dan Jokowi Instruksikan MRT Jakarta Beli KCI Jadi Top 3 Metro

1 hari lalu

Peminat Walking Tour Membeludak, dan Jokowi Instruksikan MRT Jakarta Beli KCI Jadi Top 3 Metro

Peminat walking tour Jakarta yang meningkat tinggi dan dan instruksi Presiden Jokowi agar MRT Jakarta membeli KCI jadi Top 3 Metro hari ini.


Proyek Halte Bus Transjakarta Tutup Bundaran HI, Tim Ahli: Melanggar

1 hari lalu

Proyek Halte Bus Transjakarta Tutup Bundaran HI, Tim Ahli: Melanggar

Tim ahli DKI Jakarta menyebut proyek revitalisasi Halte Bus TransJakarta Bundaran Hotel Indonesia (HI) melanggar prosedur terkait cagar budaya.


Hujan Petir dan Angin Kencang Diprediksi Terjadi di Jakarta Selatan dan Timur Sore Ini

1 hari lalu

Hujan Petir dan Angin Kencang Diprediksi Terjadi di Jakarta Selatan dan Timur Sore Ini

BMKG memprakirakan seluruh wilayah DKI Jakarta mengalami hujan petir pada Jumat sore, 30 September 2022.


DKI Ingin MRT Jakarta Segera Akuisisi PT KCI, Realisasikan Instruksi Jokowi

2 hari lalu

DKI Ingin MRT Jakarta Segera Akuisisi PT KCI, Realisasikan Instruksi Jokowi

MRT Jakarta telah meminta penyertaan modal daerah Rp 1,7 triliun untuk mengakuisisi PT KCI. Kondisi fiskal terkendala pandemi Covid-19.


Peminat Walking Tour Membeludak, Menikmati Wajah Baru Jakarta dengan Jalur Pedestrian yang Lebar

2 hari lalu

Peminat Walking Tour Membeludak, Menikmati Wajah Baru Jakarta dengan Jalur Pedestrian yang Lebar

Pemprov DKI Jakarta menggelar kegiatan walking tour menikmati wisata urban di Ibu Kota. Didukung jalur pedestrian yang lebar.