Satu Keluarga Diusir dari Rusunawa Jatinegara Barat, Ini Penjelasan Pengelola

Rusunawa Jatinegara Barat. Foto: timur.jakarta.go.id

TEMPO.CO, Jakarta - Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Rusunawa Jatinegara Barat berkukuh mengusir keluarga AM dari huniannya di Tower A, Lantai 8. Ini karena buntut dari proses hukum yang tengah dijalani anaknya, MS, 19 tahun, yang membuang bayi di Kali Ciliwung.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Sarjoko, yang membawahi UPRS Rusunawa Jatinegara Barat menjelaskan pengusiran ini merupakan bentuk sanksi terhadap warga Rusunawa yang melakukan pelanggaran hukum.

Sarjoko menuturkan penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Aanak Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur telah menetapkan MS sebagai tersangka karena membuang bayinya di sungai Ciliwung. Bayi MS pun ditemukan warga sekitar pukul 02.00 WIB dan dibawa ke RS Polri Jatinegara.

"Ini terkait tindak pidana anak warga rusun yang membuang bayi hasil hubungan gelap. Yang bersangkutan melahirkan bayi di kamar mandi hunian rusun terus dibuang di pinggir kali dan ketahuan warga," kata Sarjoko saat dihubungi, Ahad, 3 Juli 2022.

Sanksi atas tindak pidana atau pelanggaran lainnya ini, kata Sarjoko, telah diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 111 Tahun 2014 tentang Mekanisme Penghunian Rumah Susun Sederhana Sewa. Sarjoko berujar melahirkan bayi di kamar mandi rusun akibat hubungan gelap merupakan pelanggaran norma atau maksiat.

Sarjoko mnilai jika pengelola rusun tidak konsisten menjalankan ketentuan dalam pergub, mereka akan dibenturkan dengan warga lain yang menuntut perlakuan sama dan adil terhadap seluruh penghuni. Terutama ihwal penghunian rusun atas terjadinya pelanggaran atau bahkan tindak pidana.

"Saat ini banyak warga yang juga menuntut ke pengelola agar memberikan sanksi atas peristiwa tersebut. Sangat wajar terdapat perbedaan cara pandang dan menyikapi atas permasalahan tersebut," ucap Sarjoko.

Sarjoko memastikan pihaknya tetap memperhatikan kepentingan bayi yang dibuang MS. Untuk itu pengelola sudah menawarkan alternatif solusi untuk membantu memfasilitasi keluarga AM pindah rusun. 

"Hal ini untuk menjaga nama baik dan kehormatan keluarga Pak Amran serta untuk kebaikan psikologis tumbuh kembangnya anak bayi tersebut selanjutnya sehingga lebih baik pindah ke lingkungan baru," ucap Sarjoko.

Sarjoko berujar pihak pengelola rusun sedang mengupayakan komunikasi terhadap pihak keluarga dan pengelola rusun lain. UPRS Wilayah I Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta pun telah telah memberi kesempatan kepada AM dan keluarganya untuk mengosongkan unitnya hingga 15 Juli 2022.

AM yang kini telah bersama cucunya yang dibuang itu telah diminta mendaftar untuk menyewa unit Rusun lain milik Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta untuk tempat tinggal baru. Pihak Rusunawa Jatinegara Barat juga telah mengarahkan kepada kepala UPRS membantu apabila ada unit rusun lain yang kosong.

"Kami tetap memperhatikan kepentingan bayi tersebut. Untuk itu pengelola juga sudah menawarkan alternatif solusi untuk membantu memfasilitasi keluarga tersebut pindah rusun," ujar Sarjoko.

 

Baca juga: Polisi Tahan Mahasiswi Terduga Pembuang Bayi di Kali Ciliwung






Lagi, Polusi Debu Batu Bara Cemari Warga Rusunawa Marunda, Ganggu Nafas, Mata & Bikin Gatal

3 hari lalu

Lagi, Polusi Debu Batu Bara Cemari Warga Rusunawa Marunda, Ganggu Nafas, Mata & Bikin Gatal

Polusi debu batu bara tak kunjung hilang dan masih terus mencemari lingkungan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda, Cilincing.


Rekonstruksi Jalan Grand Depok City, Pemkot Anggarkan Rp15 Miliar

8 hari lalu

Rekonstruksi Jalan Grand Depok City, Pemkot Anggarkan Rp15 Miliar

Dinas PUPR Kota Depok melakukan rekonstruksi lanjutan Jalan Boulevard Grand Depok City (GDC) sepanjang 1,8 kilometer


Pembebasan Lahan Normalisasi Ciliwung dii Rawajati, Warga RW 3 Masih Nego Uang Ganti Rugi

10 hari lalu

Pembebasan Lahan Normalisasi Ciliwung dii Rawajati, Warga RW 3 Masih Nego Uang Ganti Rugi

Pembangunan proyek normalisasi Ciliwung di Rawajati sudah mencapai 60 persen di RW 7.


Pembebasan Lahan Normalisasi Ciliwung Terhambat, DKI Koordinasi Menteri Agraria dan Kejaksaan

12 hari lalu

Pembebasan Lahan Normalisasi Ciliwung Terhambat, DKI Koordinasi Menteri Agraria dan Kejaksaan

DKI memastikan tidak ada sengketa yang menhambat pembebasan lahan di empat kelurahan yang menjadi prioritas normalisasi Ciliwung tahun depan.


Anggaran Pembebasan Lahan Normalisasi Ciliwung 2023 Disepakati Naik Jadi Rp 469,29 Miliar

12 hari lalu

Anggaran Pembebasan Lahan Normalisasi Ciliwung 2023 Disepakati Naik Jadi Rp 469,29 Miliar

Dinas Sumber Daya Air DKI sudah bisa mengeksekusi pembebasan lahan normalisasi Ciliwung di tiga kelurahan.


Banjir Karena Luapan Kali Ciliwung Rendam Kebon Pala Sejak Tadi Malam

14 hari lalu

Banjir Karena Luapan Kali Ciliwung Rendam Kebon Pala Sejak Tadi Malam

Warga Kebon Pala Kampung Melayu memilih bertahan di lantai dua rumah. Banjir akibat tingginya debit Kali Ciliwung, kiriman dari Bogor dan Depok.


Heru Budi Hartono Percepat Peta Bidang Pembebasan Lahan Normalisasi Sungai Ciliwung

15 hari lalu

Heru Budi Hartono Percepat Peta Bidang Pembebasan Lahan Normalisasi Sungai Ciliwung

Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono telah menemui Menteri ATR untuk mempercepat peta bidang pembebasan lahan normalisasi Sungai Ciliwung.


Antisipasi Banjir, 2 Unit Pompa Mobile Bakal Ditempatkan di Kampung Pulo dan Bidara Cina

18 hari lalu

Antisipasi Banjir, 2 Unit Pompa Mobile Bakal Ditempatkan di Kampung Pulo dan Bidara Cina

Pompa air berkapasitas 500 liter per detik yang baru ini juga sanggup menyedot lumpur yang mengendap saat banjir.


Heru Budi Targetkan Bisa Tuntaskan Normalisasi Sungai Ciliwung Sepanjang 4,8 Kilometer

19 hari lalu

Heru Budi Targetkan Bisa Tuntaskan Normalisasi Sungai Ciliwung Sepanjang 4,8 Kilometer

Heru Budi Hartono menargetkan normalisasi sungai Ciliwung sepanjang 4,8 kilometer bisa rampung dalam masa jabatannya sebagai Pj Gubernur.


Pengakuan Ayah Bunuh Anak Kandung dan Gilbert Tuding Anies Baswedan Tak Becus Urus LRT Jakarta Jadi Top 3 Metro

25 hari lalu

Pengakuan Ayah Bunuh Anak Kandung dan Gilbert Tuding Anies Baswedan Tak Becus Urus LRT Jakarta Jadi Top 3 Metro

Pengakuan ayah bunuh anak kandung di Depok dan Gilbert PDIP tuding Anies tak becus urus LRT Jakarta jadi Top 3 Metro hari ini.