Deolipa Yumara Gugat Bharada E Cs Rp 15 Miliar, Sidang Ditunda Lagi karena Salah Alamat

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Deolipa Yumara saat menghadiri sidang lanjutan gugatan perdata terhadap Bharada E, Cs, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 14 September 2022. Tempo/M. Faiz Zaki

TEMPO.CO, Jakarta - Sidang lanjutan gugatan perdata terhadap Bharada E atau Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu, pengacara Ronny Berty Talapessy, dan Kapolri, Cq Kabareskrim ditunda lagi selama sepekan. Penundaan kembali ini terjadi karena pihak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan melakukan pemanggilan terhadap Ronny setelah alamat yang diajukan Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin telah diperbarui.

Deolipa menjelaskan alamat Ronny ternyata pindah dari yang dicantumkan sebelumnya. Maka saat ini yang dicantumkan adalah alamat kantornya di DPD PDI Perjuangan Jakarta yang berlokasi di wilayah Tebet.

"Majelis hakim akan adakan pemanggilan dan sidang berikutnya tanggal 21 September 2022 Rabu depan. Insya Allah mudah-mudahan saya datang," tuturnya.

Perkara ini tercatat dengan nomor 753/Pdt.G/2022/PN JKT.SEL yang terdaftar pada 16 Agustus 2022. Tergugat I adalah Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Tergugat II Ronny Berty Talapessy, Tergugat III Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Cq Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.

Persidangan pada pekan laku juga ditunda akibat Juru Sita pengadilan tidak menemukan Tergugat II di alamat yang dicantumkan. Maka hakim memutuskan untuk mengganti dalam waktu sepekan.

Deolipa Yumara berharap para tergugat tidak datang

Selama sidang tadi tidak terpantau para tergugat atau perwakilannya di ruang sidang. Bahkan Deolipa berharap para tergugat tidak datang dalam sidang selanjutnya.

"Ketika kami menang berarti hak-hak kami, permintaan kami dikabulkan majelis hakim keseluruhan. Artinya kami tetap menjadi kuasa hukumnya Bharada E," ujarnya.

Dalam petitum Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kedua Eks Pengacara Bharada E, yaitu Deolipa dan Muhammad Burhanuddin menggugat kepada para tergugat sebesar Rp 15 miliar untuk pembayaran jasa pengacara yang belum dibayar.

Deolipa Yumara juga meminta pengadilan menyatakan batal setiap bentuk surat kuasa kepada Ronny sebagai pengacara Bharada E dan menyatakan perbuatan Tergugat I dan III dalam membuat surat pencabutan kuasa tanggal 10 Agustus 2022 atas nama Tergugat I dilakukan dengan itikad melawan hukum. "Padahal mereka tahu dari berita-berita media juga kan seharusnya mereka datang, cuma enggak datang," tuturnya.

Baca juga: Deolipa Yumara Tunggu Bharada E dan Kabareskrim Hadiri Sidang Gugatan

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Kader PPP DKI Jakarta Deklarasikan Ganjar Pranowo sebagai Capres

13 jam lalu

Kader PPP DKI Jakarta Deklarasikan Ganjar Pranowo sebagai Capres

Kader PPP DKI Jakarta atau Kader Kabah Jakarta mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai salah satu Capres 2024.


LPSK Fasilitasi Bharada E Hadiri Persidangan secara Langsung

1 hari lalu

LPSK Fasilitasi Bharada E Hadiri Persidangan secara Langsung

Susi mengatakan Bharada E sudah menyatakan kepada LPSK atas kesiapannya untuk hadir langsung di persidangan.


Jalani Pelimpahan Tahap II, Bripka Ricky Rizal Klarifikasi Sangkaan Pasal Pembunuhan Berencana

1 hari lalu

Jalani Pelimpahan Tahap II, Bripka Ricky Rizal Klarifikasi Sangkaan Pasal Pembunuhan Berencana

Bripka Ricky Rizal tetap menolak tudingan dirinya ikut melakukan perencanaan pembunuhan Brigadir J bersama Ferdy Sambo.


Pengacara Bharada E Tolak Mediasi Soal Gugatan Rp 15 Miliar Deolipa Yumara

1 hari lalu

Pengacara Bharada E Tolak Mediasi Soal Gugatan Rp 15 Miliar Deolipa Yumara

Pengacara Bharada E enggan mediasi dengan Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin yang menuntut Rp15 miliar.


Ogah Mediasi dengan Deolipa Yumara, Pengacara Bharada E Ingin Ke Pokok Perkara

1 hari lalu

Ogah Mediasi dengan Deolipa Yumara, Pengacara Bharada E Ingin Ke Pokok Perkara

Majelis hakim memberi waktu 30 hari untuk Deolipa Yumara dan Bharada E untuk melakukan mediasi.


Majelis Hakim Perintahkan Deolipa Yumara dan Bharada E Mediasi

1 hari lalu

Majelis Hakim Perintahkan Deolipa Yumara dan Bharada E Mediasi

Majelis hakim memberikan waktu 30 hari untuk Deolipa Yumara dan Bharada E untuk melakukan mediasi.


Ferdy Sambo Ungkapkan Permintaan Maaf ke Keluarga Brigadir Yosua

2 hari lalu

Ferdy Sambo Ungkapkan Permintaan Maaf ke Keluarga Brigadir Yosua

Tersangka pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo keluar dari Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI pada pukul 13.00 WIB. Pada saat keluar, Ferdy Sambo langsung dibawa petugas menuju mobil rantis.


Bharada E, Sidang Pembunuhan Brigadir J, dan Gugatan Rp 15 Miliar Deolipa Yumara

2 hari lalu

Bharada E, Sidang Pembunuhan Brigadir J, dan Gugatan Rp 15 Miliar Deolipa Yumara

Pengacara Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Ronny Berty Talapesy mengatakan kliennya siap untuk menghadapi persidangan.


Pengurus Vihara Tien En Tang Tunjuk Deolipa Yumara jadi Pengacara Lawan Ahli Waris

2 hari lalu

Pengurus Vihara Tien En Tang Tunjuk Deolipa Yumara jadi Pengacara Lawan Ahli Waris

Deolipa Yumara menjelaskan awal mula sengketa lahan antara ahli waris pemberi hibah dan pengurus Vihara Tien En Tang di Jakarta Barat


Keberatan Soal Pelecehan Seksual Brigadir J, Deolipa Yumara Gugat Komnas HAM dan Komnas Perempuan ke PTUN

2 hari lalu

Keberatan Soal Pelecehan Seksual Brigadir J, Deolipa Yumara Gugat Komnas HAM dan Komnas Perempuan ke PTUN

Komnas HAM dan Komnas Perempuan diminta menarik kembali pernyataan resmi soal dugaan pelecehan seksual Brigadir J terhadap Putri Candrawathi.