Evaluasi Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Polisi Kumpulkan Ahli Forensik dan Patologi

Olah TKP ulang yang dilakukan Polda Metro Jaya bersama Puslabfor Polri di rumah tempat penemuan jenazah satu keluarga di Kalideres, Ahad, 13 November 2022. Tempo/M. Faiz Zaki

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi akan mengadakan rapat analisa dan evaluasi penyelidikan kasus kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, hari ini. Para ahli yang dilibatkan dalam rapat Senin siang ini adalah tim kedokteran forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Polri Sukanto, ahli patologi, psikologi forensik, dan Sosiolog Agama.

"Kita sedang menunggu hasilnya, namun dari psikologi forensik maupun laboratorium forensik juga akan hadir pada siang nanti. Mudah-mudahan dalam minggu ini kita bisa rilis hasil akhir proses penyelidikan kami," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi di kantornya, Senin, 5 Desember 2022.

Dia menuturkan, polisi harus berhati-hati dalam menemukan motif dan penyebab kematian satu keluarga tersebut. Kemudian perlu memastikan adanya dugaan tindak pidana atau tidak dalam kasus ini.

"Tugas kami dari kepolisian tentunya harus memastikan bahwa apakah ada tindak pidana atau tidak dan sebagainya, sehingga kasus ini bisa dihentikan," ujarnya.

Hengki mengatakan hasil penyelidikan kasus ini bakal diumumkan dalam waktu dua atau tiga hari lagi. Berbagai temuan dan keterangan yang didapatkan polisi juga mesti dipadukan untuk menemukan hubungannya satu sama lain.

"Kita padukan, keidentikan antara penyelidikan induktif yang ada di TKP dengan deduktif dengan yang ada di dua TKP," tuturnya.

Polisi sempat menemui kesulitan dalam mengungkap kasus empat anggota keluarga ditemukan tewas di dalam sebuah rumah di Citra Garden di Kalideres. Empat jasad itu adalah Rudyanto Gunawan (71 tahun) dan istrinya  Renny Margaretha Gunawan (68 tahun), serta putrinya, Dian Febbyana Apsari Dewi (42 tahun). Jasad keempat adalah Budyanto Gunawan (68 tahun), adik Rudyanto. 

Polisi tidak menemukan ada tanda kekerasan pada tubuh maupun di rumah korban. Polisi juga tidak menemukan bekas makanan dalam saluran pencernaan, namun dipastikan korban bukan meninggal akibat kelaparan karena tidak bisa membeli makanan. 

Barang bukti yang disita polisi dalam kasus kematian satu keluarga di Kalideres itu adalah dua handphone, buku-buku lintas agama, dan buku catatan. Ditemukan pula kemenyan, gulungan kain mantra warna putih, dan sejumlah barang seperti nota belanja di pasar swalayan hingga buku rekening.

Baca juga: Kesaksian Ketua RT Soal Kematian Satu Keluarga di Kalideres: Temuan Gulungan Mantra hingga Percakapan Terakhir






Mahasiswa UI Meninggal Jadi Tersangka, Bagaimana Proses Penetapan Tersangka Kecelakaan?

3 jam lalu

Mahasiswa UI Meninggal Jadi Tersangka, Bagaimana Proses Penetapan Tersangka Kecelakaan?

Mahasiswa UI yang terlibat kecelakaan dengan Purnawirawan Polri menyita perhatian. Menurut hukum yang berlaku, bagaimana prosedur penetapan tersangka?


Polda Bungkam soal Pelat RFS di Mobil Pensiunan Polisi yang Menabrak Mahasiswa UI

4 jam lalu

Polda Bungkam soal Pelat RFS di Mobil Pensiunan Polisi yang Menabrak Mahasiswa UI

Eko Setia Budi Wahono diketahui seorang pensiunan polisi, sementara pelat RF biasa dipasang untuk kendaraan pejabat negara.


Polisi Tak Lakukan Rekonstruksi Kecelakaan Cianjur, Kuasa Hukum Tersangka Sebut Penyidik Tak Transparan

7 jam lalu

Polisi Tak Lakukan Rekonstruksi Kecelakaan Cianjur, Kuasa Hukum Tersangka Sebut Penyidik Tak Transparan

Pengacara tersangka kasus kecelakaan Cianjur mempertanyakan alasan polisi tidak menggelar rekonstruksi di TKP.


Wowon Serial Killer Bohongi Istrinya saat Bunuh Anak Sendiri

8 jam lalu

Wowon Serial Killer Bohongi Istrinya saat Bunuh Anak Sendiri

Anak Wowon yang masih berusia 2 tahun, Bayu, ikut menjadi korban pembunuhan berantai


Viral Polisi Mengaku Diperas Sesama Polisi Rp 100 Juta, Polda Metro Janji Dalami Pernyataan Bripka Madih

9 jam lalu

Viral Polisi Mengaku Diperas Sesama Polisi Rp 100 Juta, Polda Metro Janji Dalami Pernyataan Bripka Madih

Video Bripka Madih yang mengaku dimintai uang Rp 100 juta oleh polisi agar laporan soal penyerobotan tanah milik orang tuanya diusut.


Polda Metro Jaya Klaim Rekonstruksi Kecelakaan Mahasiswa UI Jawab Harapan Keluarga

9 jam lalu

Polda Metro Jaya Klaim Rekonstruksi Kecelakaan Mahasiswa UI Jawab Harapan Keluarga

"Kami ingin lihat dan menjawab apa yang menjadi harapan dari Ibunda dan Ayahanda Hasya," kata Trunoyudo soal kecelakaan mahasiswa UI


Polisi Gunakan 3D Laser Scanner Usut Kecelakaan Mahasiswa UI, Begini Detilnya

11 jam lalu

Polisi Gunakan 3D Laser Scanner Usut Kecelakaan Mahasiswa UI, Begini Detilnya

Tak diketahui apakah 3D Laser Scanner dalam rekonstruksi mahasiswa UI juga digunakan mengungkap kasus-kasus kecelakaan lalu lintas lainnya.


Pengacara Keluarga Ungkap Janji Kapolda Metro Jaya di Kasus Kematian Mahasiswa UI

11 jam lalu

Pengacara Keluarga Ungkap Janji Kapolda Metro Jaya di Kasus Kematian Mahasiswa UI

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengundang keluarga Hasya Athallah Saputra, mahasiswa UI yang tewas tertabrak untuk bertemu


Kecelakaan Mahasiswa UI, Pakar Pidana Sebut AKBP Purn Eko Bisa Dilaporkan dengan Unsur Pembiaran

11 jam lalu

Kecelakaan Mahasiswa UI, Pakar Pidana Sebut AKBP Purn Eko Bisa Dilaporkan dengan Unsur Pembiaran

Pakar Hukum Pidana Universitas Jayabaya Suhandi Cahaya menilai dalam kasus kecelakaan mahasiswa UI pensiunan polisi bisa dilaporkan unsur pembiaran


Pengacara Nilai Rekonstruksi Tabrakan Mahasiswa UI tak Relevan dengan Tuntutan Keluarga

12 jam lalu

Pengacara Nilai Rekonstruksi Tabrakan Mahasiswa UI tak Relevan dengan Tuntutan Keluarga

Keluarga Hasya Athallah, mahasiswa UI yang tewas kecelakaan, hanya menuntut status tersangka dicabut