Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

KPAI Desak Kementerian Kominfo Tutup Aplikasi yang Berpotensi Munculkan Prostitusi Anak

image-gnews
JL (30), tersangka muncikari prostitusi anak, di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa 10 Oktober 2023. ANTARA/Erlangga Bregas Prakoso
JL (30), tersangka muncikari prostitusi anak, di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa 10 Oktober 2023. ANTARA/Erlangga Bregas Prakoso
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI, Aris Adi Leksono mendesak Kementerian Komunikasi dan Informasi, kepolisian dan pihak yang memiliki otoritas membatasi dunia maya di Indonesia untuk menutup serta memblokir aplikasi-apikasi yang berpotensi membuka peluang jejaring prostitusi anak.

Desakan itu disampaikan Aris menyusul adanya 2 kasus prostitusi anak yang baru saja dibongkar oleh kepolisian yakni penangkapan muncikari FEA alias Mami Icha dan muncikari berinisial JL di Jakarta Selatan. Mereka menjual anak di bawah umur untuk eksploitasi seksual di dunia maya.  

"Situs aplikasi yang dirasa bisa membuka peluang jejaring prostitusi harus ditutup. Harus diblokir dan seterusnya," kata Aris saat dihubungi Tempo, Jumat, 13 Oktober 2023.

Dia menilai aplikasi tersebut membuka peluang jejaring hingga promosi jasa prostitusi. Aplikasi itu menurut Aris memiliki potensi bahaya yang tinggi karena transaksi bisa dilakukan tanpa terdeteksi.

"Bahaya sekali kami lihat itu kan kalau dulu transaksi prostitusi offline masih bisa dideteksi keberadaan jejaring itu secara langsung, misalkan di lokalisasi mana" ucapnya.

Namun, berbeda dengan aplikasi, menurut Aris transaksi prostitusi sulit dideteksi.

"Tapi kalau kali ini berbasis aplikasi dan seterusnya orang di mana saja bisa transaksi, di rumah bisa transaksi, di apartemen, di indekos, atau di mall. Nah ini berbahaya sekali," ujarnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Aris mengatakan dari sisi jejaring transaksinya berbahaya yang tadinya anak kondusif dalam norma dan aturan, setelah terlibat dalam jejaring itu bisa tergiur dengan cara promosi, rayuan keuntungan.

"Ini akan disinyalir akan berdampak luas terhadap kejahatan-kejahatan dalam lingkup kejahatan seksual ini," ucapnya.

Saat ditanya apakah KPAI memantau beberapa aplikasi yang diindikasi sebagai penyebar jaringan prostitusi anak, Aris mengatakan kesimpulan yang dia peroleh yakni dari temuan kasus-kasus korban Tindak Pidana Perdagangan Orang anak salah satunya korban seksualitas.

"Memantau secara detail tidak, tapi kami bisa menyimpulkan dari berkali-kali koordinasi pihak aparat penegak hukum maupun UPD. Memang locus kami analisa awalnya dari transaksi online, jejaring online dan seterusnya," katanya.

Pilihan Editor: Kasus Prostitusi Online Mami Icha, Polisi Selidiki Dugaan Pemalsuan Registrasi Nomor Telepon Korban

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Berikut Ciri-ciri Ponsel Terkena Malware

1 hari lalu

Ilustrasi malware. Kredit: Linux Insider
Berikut Ciri-ciri Ponsel Terkena Malware

Malware dapat mengganggu atau menimbulkan kebingungan dan ketidaknyamanan saat menggunakan ponsel atau gawai.


SAFEnet akan Gugat Menkominfo dan Kepala BSSN jika Tak Bertanggung Jawab atas Polemik PDN

2 hari lalu

Ilustrasi peretasan situs dan data. (Shutterstock)
SAFEnet akan Gugat Menkominfo dan Kepala BSSN jika Tak Bertanggung Jawab atas Polemik PDN

SAFEnet berencana menggugat Menkominfo dan Kepala BSSN dalam kaitan peretasan PDN


KPAI Minta Orang Tua Tidak Memberikan Gawai ke Anak Usia 3 Tahun ke Bawah, Ini Alasannya

2 hari lalu

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati Solihah (kedua dari kiri), saat memberikan pidato pada konferensi pers Laporan Akhir Tahun KPAI 2023, di Jakarta, Senin (22 Januari 2024). (ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari)
KPAI Minta Orang Tua Tidak Memberikan Gawai ke Anak Usia 3 Tahun ke Bawah, Ini Alasannya

Menurut KPAI, pemberian gawai kepada anak usia di bawah tiga tahun memiliki dampak yang negatif.


KPAI Minta Polisi yang Cabuli Anak Panti Asuhan di Kantor Polsek Tanjung Pandan Belitung Ditindak Tegas

2 hari lalu

Ilustrasi pelecehan seksual pada anak perempuan. Shutterstock
KPAI Minta Polisi yang Cabuli Anak Panti Asuhan di Kantor Polsek Tanjung Pandan Belitung Ditindak Tegas

Menurut KPAI, pencabulan terhadap anak panti asuhan oleh polisi bukti penegak hukum belum memahami penanganan kekerasan seksual.


Simak Cara Menggunakan YouTube Live Redirect

3 hari lalu

Simak Cara Menggunakan YouTube Live Redirect

Selain digunakan untuk menonton video, YouTube juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan siaran langsung. Ini cara gunakan YouTube Live Redirect?


Kasus Korupsi BTS 4G, Eks Pejabat Pembuat Komitmen Kominfo Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

4 hari lalu

Jaksa Penuntut Umum (JPU ) membacakan tuntutan terhadap tiga terdakwa kasus korupsi proyek pembangunan base transciever station (BTS) 4G pada Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 18 Juli 2024. Tempo/Yohanes Maharso
Kasus Korupsi BTS 4G, Eks Pejabat Pembuat Komitmen Kominfo Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Jaksa menuntut eks pejabat pembuat komitmen Kementerian Kominfo dengan hukuman 7 tahun penjara dalam kasus korupsi BTS 4G.


Bekas Anak Buah Johnny G. Plate Dituntut 4 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi BTS 4G

4 hari lalu

Jaksa Penuntut Umum (JPU ) membacakan tuntutan terhadap tiga terdakwa kasus korupsi proyek pembangunan base transciever station (BTS) 4G pada Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 18 Juli 2024. Tempo/Yohanes Maharso
Bekas Anak Buah Johnny G. Plate Dituntut 4 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi BTS 4G

Jaksa menuntut Tenaga Ahli Menteri Kominfo, Walbertus Natalius Wisang dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta dalam kasus korupsi BTS 4G.


Korupsi Bakti Kominfo, Feriandi Mirza Dituntut 6 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

4 hari lalu

Kepala Divisi Lastmile/Backhaul BAKTI Kominfo, Muhammad Feriandi Mirza (tengah) memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin, 11 September 2023. Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BAKTI Kominfo Elvano Hatorangan, Kepala Divisi Lastmile/Backhaul BAKTI Kominfo Muhammad Feriandi Mirza, dan Direktur Utama PT Sansaine Exindo Jemmy Sutjiawan sebagai tersangka baru dalam penyidikan kasus dugaan korupsi penyediaan menara BTS 4G dan program Bakti Kominfo di lingkungan Kemenkominfo. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Korupsi Bakti Kominfo, Feriandi Mirza Dituntut 6 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Jaksa menuntut mantan Kepala Divisi Lastmile dan Backhaul Bakti Kominfo, Feriandi Mirza, 6 tahun penjara


Terduga Penembak Donald Trump Juga Main Discord, Apa Fungsi Aplikasi Ini?

5 hari lalu

Discord. antaranews.com
Terduga Penembak Donald Trump Juga Main Discord, Apa Fungsi Aplikasi Ini?

Kenakan kaos kanal YouTube soal senjata dan semat unggah video TikTok, terduga penembak Donald Trump juga main Discord?


Wisata Pantai Teluk Mata Ikan Batam Tercemar Proyek Pembangunan PDN Kominfo

6 hari lalu

Lumpur bekas cut and fill proyek PDN Kominfo mencemari Pantai Teluk Mata Ikan, di Nongsa Batam, Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Wisata Pantai Teluk Mata Ikan Batam Tercemar Proyek Pembangunan PDN Kominfo

Pelaku pariwisata destinasi Pantai Teluk Mata Ikan, Nongsa, Kota Batam mengeluhkan dampak lingkungan dari pembangunan proyek Kominfo