Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Polisi Pesta Narkoba di Cimanggis Depok, Kilas Balik Kasus Irjen Teddy Minahasa Terlibat Jaringan Narkoba

image-gnews
Nama Irjen Teddy Minahasa sempat membuat heboh karena terlibat kasus narkoba. Ia diduga mengedarkan narkoba jenis sabu seberat 5 kilogram yang ditujukan untuk Kampung Bahari yang terkenal sebagai Kampung Narkoba di Jakarta. ANTARA
Nama Irjen Teddy Minahasa sempat membuat heboh karena terlibat kasus narkoba. Ia diduga mengedarkan narkoba jenis sabu seberat 5 kilogram yang ditujukan untuk Kampung Bahari yang terkenal sebagai Kampung Narkoba di Jakarta. ANTARA
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengonfirmasi penangkapan lima anggota polisi yang menggunakan narkoba jenis sabu di Cimanggis, Depok. Sebelumnya, dilaporkan bahwa lima anggota polisi Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dan Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Timur ditangkap karena penyalahgunaan narkoba jenis sabu di Kecamatan Cimanggis, Depok.

Penangkapan dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Sukmajaya setelah mendapat laporan dari warga tentang seringnya berkumpulnya anggota polisi di sebuah rumah di kawasan Cimanggis.

Pada 19 April 2024 sekitar pukul 23.00 WIB, Unit Reskrim Polsek Sukmajaya melakukan penggerebekan di rumah tersebut. Salah satu polisi, yaitu Briptu FAR, ditemukan membawa 4 paket sabu pada tubuhnya. Selama penggeledahan, ditemukan pula empat oknum polisi lainnya, yaitu Briptu IR, Brigadir DW, Briptu FR, dan Brigadir DP, yang berada di dalam kamar dan diduga telah mengonsumsi sabu karena ditemukan alat hisap (bong) di lokasi. 

Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Polisi Nicolas Ary Lilipaly memastikan anggotanya tidak terlibat kasus polisi pesta narkoba di Depok. Satu anggota Polres Jakarta Timur itu ikut diciduk dalam penggerebekan dan penangkapan di Cimanggis, Depok pada 19 April 2024.

Nicolas mengatakan, personel tersebut memang benar berasal dari Satuan Reserse Narkoba, tapi tidak terbukti keterlibatannya dalam pesta sabu itu. "Tidak terlibat dalam melakukan perbuatan pidana narkoba," ujar Nicolas saat dihubungi, Senin, 22 April 2024.

Bukan kali ini saja anggota Polri terlibat narkoba. Salah satunya adalah eks kapolda Sumatera Barat Teddy Minahasa. Berikut kilas balik kasusnya.

Kasus Narkoba Teddy Minahasa

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat memutuskan untuk menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada mantan Kapolda Sumatera Barat, Inspektur Jenderal Teddy Minahasa Putra, pada Selasa, 9 Mei 1023. Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Iwan Ginting, menyatakan bahwa pihaknya belum memutuskan langkah banding terhadap putusan hakim.

Sebelumnya, Teddy Minahasa telah didakwa oleh jaksa penuntut umum dengan tuntutan hukuman mati dalam kasus peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Keterlibatan Teddy Minahasa terungkap dari penyelidikan jaringan narkoba yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya setelah menerima laporan dari masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, tiga warga sipil ditangkap.

Dari pengembangan penyelidikan tersebut, terungkap adanya keterlibatan Irjen Teddy Minahasa dalam jaringan narkoba. Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri kemudian menjemput dan memeriksa Teddy sebagai terduga pelanggar pada Jumat, 14 Oktober 2022. Teddy Minahasa diduga terlibat dalam kasus pertukaran lima kilogram sabu dengan lima kilogram tawas, yang diperintahkan olehnya kepada Dody Prawiranegara.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Meskipun Dody hanya berhasil mendapatkan lima kilogram sabu dan kemudian menjualnya kepada pihak lain, narkotika tersebut sebelumnya berasal dari barang bukti seberat 41,4 kilogram sabu yang disita oleh Polres Bukittinggi pada bulan Mei 2022.

Kronologi Penangkapan Teddy Minahasa

Pada Jumat, 14 Oktober 2022, Kapolri Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) dari Markas Besar Polri untuk menangkap Teddy Minahasa yang baru menjadi Kapolda Jawa Timur. Penangkapan tersebut dilakukan bersamaan dengan pemanggilan ratusan perwira tinggi polisi ke Istana oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Sehari setelah penangkapan, Teddy Minahasa menjalani proses pemeriksaan setelah dinyatakan sebagai tersangka. Pada Senin, 17 Oktober 2022, Teddy menjalani pemeriksaan, namun proses tersebut tidak dapat diakses oleh media.

Pada tanggal 18 Oktober 2022, lima anggota Polda Sumatera Barat dipanggil oleh Mabes Polri terkait dugaan penghilangan barang bukti narkoba seberat lima kilogram oleh Teddy Minahasa dan AKBP Dody Prawiranegara, mantan Kapolres Bukittinggi.

Kemudian pada Senin, 24 Oktober 2022, Dody Prawiranegara bersama Samsul Maarif dan Linda Puji Astuti menyatakan kesediaan mereka untuk menjadi justice collaborator untuk membongkar kasus yang melibatkan Teddy Minahasa. Tanggal 2 November 2022, Polda Metro Jaya menyusun berkas untuk menjalankan sidang. Pada saat yang sama, Teddy diketahui ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya selama 20 hari. Lalu pada 4 November, kejaksaan tinggi DKI Jakarta menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas kasus Teddy Minahasa yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba.

Teddy Minahasa kemudian dihadapkan pada ancaman sanksi Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH). Teddy dihadapkan pada ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau minimal 20 tahun penjara.

SHARISYA KUSUMA RAHMANDA I  RACHEL FARAHDIBA REGAR I  KHUMAR MAHENDRA 

Pilihan Editor: Vonis Teddy Minahasa Penjara Seumur Hidup, Ini Kronologi Kasus Narkoba Polisi Terkaya di Negeri Ini

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sunat Barang Bukti Narkoba, Lima Anggota Polda Jawa Tengah Telah Berstatus Tersangka

18 jam lalu

Ilustrasi penjahat narkoba. TEMPO/Iqbal Lubis
Sunat Barang Bukti Narkoba, Lima Anggota Polda Jawa Tengah Telah Berstatus Tersangka

Dalam sejumlah penangkapan, para tersangka menyunat barang bukti narkoba yang mereka sita. Barang itu mereka gunakan bersama-sama di asrama.


Polisi Akui Sulit Berantas Narkoba di Kampung Boncos, Bahari dan Ambon

1 hari lalu

Polres Metro Jakarta Barat menggerebek Kampung Boncos dan menangkap 42 orang yang positif mengonsumsi sabu, Rabu, 17 Juli 2024. Sumber: Polres Metro Jakarta Barat
Polisi Akui Sulit Berantas Narkoba di Kampung Boncos, Bahari dan Ambon

Pada penggerebekan 17 Juli lalu, Polres Metro Jakarta Barat menangkap 42 orang yang positif narkoba jenis sabu di Kampung Boncos.


DPO Peracik Narkoba Asal Malaysia Masih Buron

1 hari lalu

Sebagian barang bukti pabrik narkoba yang digerebek Mabes Polri bersama Ditjen Bea Cukai dan Polda Jatim dipajang di meja sebelum jumpa pers Bareskrim Polri di Kota Malang, Rabu sore, 3 Juli 2024. Barang bukti yang diamankan antara lain, barang jadi narkoba tembakau sinte (gorila) seberat 1,2 ton, 25 ribu pil ekstasi, dan 25 ribu butir pil xanax, ditambah 40 kilogram bahan baku MDMB-4en-PINACA setara 2 ton produk jadi serta zat kimia yang bisa digunakan untuk memproduksi 2,1 juta ekstasi. TEMPO/Abdi Purmono
DPO Peracik Narkoba Asal Malaysia Masih Buron

KENT, WNA asal malaysia yang menjadi DPO karena terbukti berperan sebagai pemandu pembuatan narkoba di pabrik malang masih belum tertangkap.


Polisi Bongkar Jaringan Pengedar Sabu dari Malaysia dan Myanmar, Sita 157 Kg Barang Bukti Sabu

1 hari lalu

Dirtipidnarkoba Bareskim Polri ungkap 2 kasus narkotika, jaringan Malaysia- Indonesia dan Myanmar-Indonesia. Mereka amankan 157 kg sabu. Senin, 22 Juli 2024. Jihan Ristiyanti
Polisi Bongkar Jaringan Pengedar Sabu dari Malaysia dan Myanmar, Sita 157 Kg Barang Bukti Sabu

Ditipidnarkoba Bareskrim membongkar jaringan pengedar sabu dari dua negara, Malaysia dan Myanmar.


Polisi Bubarkan Judi Sabung Ayam di Bekasi, 70 Orang Diringkus

1 hari lalu

Ilustrasi seorang penjudi di tempat sabung ayam di Haiti. AP/Ricardo Arduengo
Polisi Bubarkan Judi Sabung Ayam di Bekasi, 70 Orang Diringkus

Praktik judi sabung ayam ini dilakukan di tempat yang tersembunyi dan juga tertutup di Jatimekar, Bekasi.


Polda Metro Catat 25.827 Pelanggaran dalam Operasi Patuh Jaya 2024 Sampai Hari ke-7

2 hari lalu

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjawab pertanyaan media saat konferensi pers terkait pengungkapan peredaran narkotika jenis sabu dan ekstasi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 15 Juli 2024. Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menggerebek sebuah gudang penyimpanan narkotika jenis sabu dan pil ekstasi di wilayah Cilincing, Jakarta Utara. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Polda Metro Catat 25.827 Pelanggaran dalam Operasi Patuh Jaya 2024 Sampai Hari ke-7

Sebanyak 25.827 pelanggaran lalu lintas selama tujuh hari penyelenggaraan Operasi Patuh Jaya 2024, mayoritas terjaring melalui tilang elektronik


Polda Jawa Tengah Tahan 5 Polisi yang Sunat Barang Bukti Sabu

2 hari lalu

Ilustrasi sabu. Reuters
Polda Jawa Tengah Tahan 5 Polisi yang Sunat Barang Bukti Sabu

Polda Jawa Tengah menahan lima polisi yang diduga mengurangi barang bukti sabu.


Fakta-fakta Wacana Ganjil Genap 24 jam di Jakarta

2 hari lalu

Petugas kepolisian melarang pengendara mobil berplat nomor genap memasuki Jalan MH Thamrin di kawasan Bundaran Monas, Jakarta, Jumat, 13 Agustus 2021. Pemprov DKI Jakarta menerapkan sistem ganjil genap di delapan ruas jalan di Jakarta pada pukul 06.00-20.00 WIB. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Fakta-fakta Wacana Ganjil Genap 24 jam di Jakarta

Ganjil genap 24 jam pernah diusulkan oleh salah satu angggota DPRD DKI Jakarta. Berikut fakta-fakta soal wacana tersebut.


Polisi Kantongi Identitas Pengirim Paket 30 Kg Ganja ke Tanjung Priok: Bernama Bhegeng

2 hari lalu

Polisi menyita barang bukti narkoba jenis ganja yang disimpan di rumah pelaku di Tanjung Priok, Jakarta Utara.ANTARA/HO-Polda Metro Jaya
Polisi Kantongi Identitas Pengirim Paket 30 Kg Ganja ke Tanjung Priok: Bernama Bhegeng

Bhegeng masuk ke dalam DPO karena kirim paket 30 kilogram ganja dari Medan.


Paket 30 Kilogram Ganja di Tanjung Priok Diduga untuk Diedarkan di Jakarta

3 hari lalu

Polisi menyita barang bukti narkoba jenis ganja yang disimpan di rumah pelaku di Tanjung Priok, Jakarta Utara.ANTARA/HO-Polda Metro Jaya
Paket 30 Kilogram Ganja di Tanjung Priok Diduga untuk Diedarkan di Jakarta

Paket ganja tersebut berasal dari Medan dan rencananya akan diedarkan di Jakarta.