Polisi Tangkap Pengedar Uang Palsu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Polisi menangkap tiga tersangka pelaku pengedar uang palsu dalam bentuk pecahan Rp 20 ribuan dan pecahan US$ 100, Sabtu (26/1). Total jumlah uang palsu sebesar Rp 240 juta. Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan polisi, menyusul tertangkapnya Robby, tersangka pembuat uang palsu di daerah Bogor beberapa waktu lalu. Menurut keterangan Kanit Resintel Polsek Pulogadung Inspektur Satu Polisi Bambang Setyo kepada Tempo News Room di ruang kerjanya, Sabtu (26/1) siang, pihaknya mendapat informasi banyak uang palsu beredar di Pulogadung, Jakarta Timur. “Dari informasi itulah kemudian kami menemukan perantara pengedar uang palsu,” ujar dia. Informasi msyarakat itu ditindaklanjuti. Jumat siang (25/1), seorang polisi menyamar sebagai pembeli uang palsu kepada seorang perantara, Desmiyanto, warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, di Masjid Jatimulya, Tambun, Bekasi. Transaksi rencananya akan dilakukan di masjid itu. Namun, agar bisa melakukan transaksi, Desmiyanto harus menghubungi Arista, pemilik uang palsu. Sayang, ketika dihubungi melalui telepon seluler, Arista menolak melakukan transaksi. “Tidak ada transaksi hari ini,” ujar Bambang menirukan pengakuan Desmiyanto. Lantaran urusan berbelit-belit, polisi membawa dan menginterogasi Desmiyanto di Mapolsek Pulogadung. Dalam pemeriksaan itu, polisi mendapatkan nama Arista Abdurrahman, 32 tahun, yang atas bantuan PT Telkom Cabang Bekasi diketahui tinggal di Jalan Penegak II nomor 138 Rawalumbu, Bekasi. Malamnya, sekitar pukul 23.30 WIB, 12 anggota Polsek Pulogadung dibantu petugas Polres Jakarta Timur, menggerebek tempat tinggal Arista. Di rumah itu, di belakang sebuah lemari es petugas menemukan 19 bundel uang palsu pecahan Rp 20 ribu, dua bundel pecahan US$ 100 yang totalnya Rp 240 juta berikut empat bundel bahan kertas uang palsu belum dicetak yang dibungkus kertas koran dan kantung plastik putih. “Dia (Arista – red) mengaku sebagai penyimpan uang ini. Uangnya diperoleh dari seseorang yang bernama Robert yang berlamat di Jalan KH. Hasyim Ashari 96 Cipondok Tangerang,” ujar Bambang. Keterangan itu dkembali ditindaklanjuti. Polisi segera meluncur ke lokasi. Sabtu dinihari sekitar pukul 04.00 WIB, Robert alias Wakiran, 47 tahun ditangkap di rumahnya. Robert mengaku memperolah uang palsu rupiah dari Robby, yang telah ditangkap polisi di Bogor beberapa waktu lalu, dengan tuduhan pembuat uang palsu. Kini polisi menahan ketiga orang tersebut dengan tuduhan mengedarkan uang palsu, yang dapat dijerat pasal 245 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Kasus ini masih akan dikembangkan polisi, karena ditemukannya bukti baru uang palsu dalam bentuk dolar. “Kalau yang rupiah kita sudah tahu pembuatnya Robby, tapi uang dolar ini kita belum tau asalnya dari mana, saya belum menerima keluhan dari masyarakat soal perdaran uang palsu dalam bentuk dolar,”jelas Bambang. (Yura Syahrul)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.