Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jejak Kasus Altaf di Pembunuhan Mahasiswa: Dari Hukuman Mati Hingga Vonis Seumur Hidup

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

image-gnews
Sidang tuntutan Altafasalya Ardnika Basya,  terdakwa pembunuhan mahasiswa UI Muhammad Naufal Zidan di Pengadilan Negeri Depok, Kecamatan Cilodong, Depok, Rabu, 13 Maret 2024. Foto : Humas Kejari Depok
Sidang tuntutan Altafasalya Ardnika Basya, terdakwa pembunuhan mahasiswa UI Muhammad Naufal Zidan di Pengadilan Negeri Depok, Kecamatan Cilodong, Depok, Rabu, 13 Maret 2024. Foto : Humas Kejari Depok
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kasus pembunuhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Muhammad Naufal Zidan, telah menyita perhatian publik sejak peristiwa tragis itu terungkap. Altafasalya Ardnika Basya, atau yang lebih dikenal sebagai Altaf (23 tahun), menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana yang menggemparkan masyarakat, khususnya komunitas akademik UI.

Pada 4 Agustus 2023, jasad Muhammad Naufal Zidan, mahasiswa Jurusan Sastra Rusia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, ditemukan di kamar kosnya di Kos Apik Zire, Jalan Palakali Raya, Depok. Naufal, yang berusia 19 tahun, ditemukan tewas dengan luka tusuk dan tubuhnya terbungkus dalam plastik sampah. Pembunuhan ini terungkap setelah penyelidikan yang mengarah kepada Altaf, seorang senior di kampus yang juga terdaftar di Fakultas Ilmu Budaya, UI.

Dalam pengakuannya, Altaf menyatakan bahwa pembunuhan tersebut dilatarbelakangi oleh masalah utang yang menjeratnya akibat kerugian dalam investasi kripto. Perselisihan finansial antara Altaf dan Naufal, yang pada awalnya hanya bersifat pribadi, berubah menjadi tragedi berdarah ketika Altaf memutuskan untuk mengakhiri hidup juniornya itu.

Proses hukum terhadap Altaf mencapai puncaknya pada 13 Maret 2024, ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Depok, Alfa Dera, menuntut agar terdakwa dijatuhi hukuman mati. Dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Depok, Kecamatan Cilodong, Alfa Dera bersama JPU Putri Dwi Astrini menegaskan bahwa Altaf telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sesuai dengan Pasal 340 KUHP.

Menurut Alfa Dera, sejumlah pertimbangan memberatkan yang mendasari tuntutan hukuman mati ini adalah tindakan keji Altaf yang mengakibatkan duka mendalam bagi keluarga korban, khususnya kedua orang tua Naufal. Selain itu, perbuatan Altaf dianggap sangat keji, di luar batas perikemanusiaan, serta meresahkan masyarakat. Tidak ada satu pun faktor yang dianggap meringankan dalam kasus ini, dan Altaf tidak menunjukkan rasa penyesalan atas perbuatannya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pada 2 Mei 2024, majelis hakim yang diketuai Anak Agung Niko Brama Putra bersama anggota Dwi Elyarahma Sulistiyowati dan Yulia Marhaena menjatuhkan vonis hukuman seumur hidup kepada Altaf. Meskipun hukuman ini berat, Jaksa Penuntut Umum menilai bahwa vonis tersebut belum cukup memberikan efek pencegahan (deterrent effect) dan keadilan yang seimbang.

Kepala seksi intelijen Kejaksaan Negeri Depok, M. Arief Ubaidillah, menyatakan bahwa vonis seumur hidup tidak mencerminkan keseimbangan keadilan antara masyarakat, pelaku, dan korban. Ia menyoroti fakta bahwa pembunuhan dilakukan di lingkungan lembaga pendidikan ternama dan dilakukan dengan cara yang sangat sadis, termasuk lebih dari 25 tusukan serta upaya menyembunyikan jenazah dalam kantong plastik.

Dengan pertimbangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum memutuskan untuk mengajukan banding dengan harapan bahwa vonis mati bisa dipertimbangkan kembali di tingkat banding. Jaksa berharap bahwa hukuman mati bagi Altaf bisa memberikan efek jera yang kuat, terutama untuk mencegah kejahatan serupa (pembunuhan) di masa depan.

WINDA OKTAVIA | RICKY JULIANSYAH
Pilihan editor: Altaf Pembunuh Mahasiswa UI Divonis Penjara Seumur Hidup, Jaksa Ajukan Banding

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Gregorius Ronald Tannur Divonis Bebas Dalam Perkara Pembunuhan Dini Sera, Ini Pertimbangan Hakim

3 jam lalu

Gregorius Ronald Tannur yang divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya atas kasus pembunuhan di klub malam, Rabu 24 Juni 2024. ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Gregorius Ronald Tannur Divonis Bebas Dalam Perkara Pembunuhan Dini Sera, Ini Pertimbangan Hakim

Hakim memerintahkan jaksa penuntut umum segera membebaskan terdakwa Gregorius Ronald Tannur dari tahanan segera setelah putusan dibacakan.


Enam Pembunuh Taruna Angkatan Laut Malaysia Dihukum Mati

8 jam lalu

Zulfarhan Osman Zulkarnain. Foto: Istimewa
Enam Pembunuh Taruna Angkatan Laut Malaysia Dihukum Mati

Pengadilan Malaysia mengatakan enam mantan mahasiswa Universitas Pertahanan Nasional Malaysia bergantian menyetrika korban, Zulfarhan Osman Zulkarnain


Petugas TPST Bantargebang Tewas Terikat, Polisi Kantongi Identitas Dua Terduga Pembunuh

17 jam lalu

Lokasi ditemukannya Waryanto, pegawai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, yang ditemukan tewas dengan tangan terikat dan ditemukan di kolam. TEMPO/Advist Khoirunikmah.
Petugas TPST Bantargebang Tewas Terikat, Polisi Kantongi Identitas Dua Terduga Pembunuh

Polisi sudah mengantongi identitas dua terduga pelaku pembunuhan petugas TPST Bantargebang.


Gate 13 Stadion Kanjuruhan Dibongkar, YLBHI: Impunitas Bagi Pelaku Pembunuhan

21 jam lalu

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo (kiri) pada saat melihat foto-foto korban Tragedi Kanjuruhan, di Pintu 13 Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 6 Oktober 2023. ANTARA/HO-Humas Kemenpora.
Gate 13 Stadion Kanjuruhan Dibongkar, YLBHI: Impunitas Bagi Pelaku Pembunuhan

Pemerintah dianggap melanggar kesepakatan untuk mempertahankan Gate 13 Stadion Kanjuruhan.


Keluarga Ragu Pembunuhan Berencana di Bekasi Bermotif Ekonomi dan Restu Nikah

1 hari lalu

Ibu, anak, dan pacar anak yang menjadi tersangka pembunuh Asep Saepudin di Bekasi. Dokumen. Humas Polres Metro Bekasi
Keluarga Ragu Pembunuhan Berencana di Bekasi Bermotif Ekonomi dan Restu Nikah

Pembunuhan Asep Saepudin, 43 tahun, terungkap berdasarkan kecurigaan keluarga.


Motif dan Dalang Pembunuhan Berencana di Bekasi: Ekonomi hingga Sakit Hati karena Cinta Tak Direstui

1 hari lalu

Ilustrasi penganiayaan
Motif dan Dalang Pembunuhan Berencana di Bekasi: Ekonomi hingga Sakit Hati karena Cinta Tak Direstui

Polres Metro Bekasi membeberkan ada sejumlah motif yang melatarbelakangi pembunuhan terhadap Asep Saepudin Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.


LPSK Beri Rehabilitasi Psikologis Terhadap Saka Tatal, Mantan Terpidana Kasus Vina Eky yang Diduga Disiksa Polisi

1 hari lalu

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) periode 2024-2029 Antonius PS Wibowo saat pengucapan sumpah/janji di Istana Negara, Jakarta, Rabu 15 Mei 2024. Anggota LPSK periode 2024-2029 adalah Brigjen (Purn) Achmadi (Wakil Ketua LPSK), Susilaningtias (Wakil Ketua LPSK), Sri Suparyati (Manajer Internal Lokataru), Wawan Fahrudin (Staf Khusus Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mahyudin (Dosen Universitas Ibnu Chaldun), dan Sri Nurherwati (Advokat). TEMPO/Subekti.
LPSK Beri Rehabilitasi Psikologis Terhadap Saka Tatal, Mantan Terpidana Kasus Vina Eky yang Diduga Disiksa Polisi

LPSK memutuskan untuk melindungi mantan terpidana kasus Vina Cirebon, Saka Tatal, karena diduga mengalami penyiksaan pada 2016.


Soal Asal-Usul Nama 11 Pelaku Pembunuhan Vina dan Eky, Ini Kata Pengacara Iptu Rudiana

1 hari lalu

Perkumpulan Penasihat dan Konsultan Hukum Indonesia (Perhakhi) merupakan tim kuasa hukum Iptu Rudiana, ayah dari Muhammad Rizky Rudiana (Eky), melakukan konferensi pers terkait tudingan kliennya soal kasus Vina Cirebon. Konferensi pers ini dilaksanakan di kantor Perhakhi, Jakarta Pusat pada Senin, 22 Juli 2024. TEMPO/Advist Khoirunikmah.
Soal Asal-Usul Nama 11 Pelaku Pembunuhan Vina dan Eky, Ini Kata Pengacara Iptu Rudiana

Kuasa hukum Iptu Rudiana menjelaskan soal nama 11 pelaku pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon.


Top 3 Hukum: Tabrakan Kereta dan Toyota Rush di Deli Serdang, Penemuan Mayat Pegawai TPST Bantargebang Dimakan Biawak

1 hari lalu

Personel polisi bersama masyarakat melakukan evakuasi di Desa Sumberejo, Kecamatan Merbau, Kabupaten Deli Serdang, Minggu 21 Juli 2024. ANTARA/HO-Polsek Lubuk Pakam
Top 3 Hukum: Tabrakan Kereta dan Toyota Rush di Deli Serdang, Penemuan Mayat Pegawai TPST Bantargebang Dimakan Biawak

Dalam kecelakaan tabrakan kereta dan Toyota Rush di Deli Serdang itu, enam orang tewas dan satu kritis serta mobil rusak parah.


Pria di Bekasi Tewas Ditangan Istri, Anak, dan Pacar Anaknya, Sudah 3 kali Dicoba Dibunuh

2 hari lalu

Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com
Pria di Bekasi Tewas Ditangan Istri, Anak, dan Pacar Anaknya, Sudah 3 kali Dicoba Dibunuh

Seorang pria Bekasi dibunuh oleh istri, anak dan pacar anaknya. Tiga kali melakukan percobaan pembunuhan.