Pedagang Glodok Khawatir Rugi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan lampion dan simbol macam tergantung di Tunjungan Plasa, Surabaya (28/1). Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2561, sejumlah pusat belanja di Surabaya memasang ornamen dan pernik bernuansa tahun Baru Imlek. TEMPO/Fully Syafi

    Puluhan lampion dan simbol macam tergantung di Tunjungan Plasa, Surabaya (28/1). Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2561, sejumlah pusat belanja di Surabaya memasang ornamen dan pernik bernuansa tahun Baru Imlek. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO Interaktif, Jakarta -  Barang Cina menyerbu Pasar Glodok menjelang Imlek. Kelebihan pasokan barang mengkhawatirkan pedagang.

    Sejumlah pedagang di Pasar Glodok mengatakan barang asal Cina merusak harga jual perabotan dan pernak-pernik Imlek. "Harga hancur karena serbuan barang dari Cina. Stok banyak, yang beli biasa-biasa saja," ujar Iwan, pedagang hiasan dan pernak-pernik imlek, hari ini.

    Ia mengatakan, barang-barang dari Cina terus datang dalam jumlah besar hingga stok berlebihan.  "Baru Agustus barang datang, bulan ini sudah datang lagi," katanya.

    Fu Tun Kong, pedagang makanan kering berpendapat serupa. "Barang dari Cina memang murah, tapi kalau  kebanyakan ya nggak ada yang beli,"ujar dia.

    Fahrurroji, Kepala Pemasaran Pasar Glodok  menilai telah terjadi persaingan  tidak sehat karena serbuan barang dari Cina. "Karena barang banyak, pedagang banting harga,"katanya saat ditemui Tempo di kantornya, hari ini.

    FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.