Masih Diperiksa Polisi, Korban Penculikan Ditunggu Keluarga Besarnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Tangerang  - Keluarga N, gadis yang diculik oleh teman Facebook-nya masih menunggu kepulangan keponakannya itu. Herbuningsih, adik Heri, ayah korban mengetahui keponakannya sudah ditemukan dalam kondisi tidak perawan dari tayangan televisi.

    "Saya sudah tahu bersyukur karena masih hidup, tapi menyesalkan tindakanya, dia masih anak-anak, badannya aja cukup tinggi," kata Herbuningsih, Selasa, (9/2) di rumah adiknya, Gatot Yunianto di Cluster Alamanda Blok L 14 BSD City.

    Meski sudah ditemukan polisi di restauran dan hotel Nelayan Jatiuwung pada Selasa dini hari (9/2) sekitar pukul 01.30, baik Nova dan kedua orangtuanya belum ke rumah. "Saya menelpon juga susah, masih diperiksa (polisi)," kata Herbuningsih yang mengaku dengan kasus yang menimpa keponakannya itu menyebabkan dia terlambat pulang ke Lampung.

    Nova dan pacarnya yang dikenal melalui jejaring facebook bernama Febriari, 18 tahun, kelahiran Serang itu dalam pengakuannya telah melakukan hubungan intim di rumah ibu Arie di Serang, Banten.

    Dalam laman FB keduanya menulis status sudah menikah. Tentang itu dibantah oleh Herbuningsih, "itu tidak benar, mungkin main-main. Nova itu masih anak-anak ke sini (Tangerang) bertamu," kata Herbuningsih.

    Orangtua dan kerabat Nova dibuat pusing atas ulah Nova yang pergi tanpa pamit itu. Baik Heri, ibunya Sri pamannya Gatot Yunianto sebelumnya mencari Nova hingga ke Ancol dan Cilincing. Mereka juga meminta polisi menyebar fotocopy foto dan identitas Nova.

    Tempo menulis, Nova menghilang setelah dijemput tiga laki-laki dari rumah Gatot di BSD City pada Jumat malam (5/2) pukul 18.30. Salah satu lelaki itu adalah Arie, yang belakangan diketahui sebagai pacar Nova.

    AYUCIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.