Jakarta Pusat Razia Anjing Liar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Dimas Aryo

    TEMPO/Dimas Aryo

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Mencegah penularan penyakit rabies atau anjing gila, Pemerintah Jakarta Pusat merazia 26 anjing liar dan satu ekor kucing liar hari ini (1/10). Hewan rentan rabies itu dijaring petugas Suku Dinas Pertanian dan Peternakan bersama Polisi Pamong Praja di Perumahan Griya Agung, Cempaka Baru, Kemayoran, dan tempat penjualan hewan di Jalan Taman Latuharhari, Menteng.

    ”Hewan-hewan liar dan tak jelas asal-usulnya ini dibawa ke Ragunan untuk ”dieliminasi”,” kata Hary Indiyanto, selaku Kepala Seksi pengawasan dan pengendalian Suku Dinas Pertanian dan Peternakan Jakarta Pusat siang ini.

    Hary menjelaskan, petugas menangkap cuma berbekal jaring dan penjerat. Minimnya peralatan menangkap ini melukai bagian tangan kiri seorang petugas, Sutisna. Sutisna digigit saat mencoba menjaring.

    Razia hewan rentan rabies akan diaktifkan kembali setidaknya sepekan sekali. Warga yang resah karena keberadaan anjing liar di wilayahnya, bisa melapor ke Penilik Peternakan di kecamatan.

    Populasi anjing liar di Jakarta Pusat cukup banyak. Hewan ini hidup dan berkembang biak secara liar di semak-semak dan di gorong-gorong yang kering. ”Biasanya anjing liar ini lebih agresif dari anjing peliharaan. Jika terusik dia akan menyerang warga dan biasanya belum disuntik vaksin anti rabies,” Hary memberi tahu.

    Hary menghimbau agar warga yang memelihara anjing disuntik vaksin anti rabies disertai surat keterangan sehat. Sejak Januari hingga September 2010, jumlah anjing yang terjaring di Jakarta Pusat mencapai 40 ekor lebih.


    HERU TRIYONO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.