Toko Mainan di Surya Kencana Terbakar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO Interaktif, Bogor - Kebakaran hebat menghanguskan Super Toys, toko mainan anak di Jalan Surya Kencana Nomor 65, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 8 Oktober 2011. Peristiwa ini mengejutkan warga karena terjadi ketika sebagian wilayah Bogor sedang diguyur hujan dan diselimuti cuaca mendung sejak pagi hingga petang.

    "Hari ini enggak ada matahari. Dari pagi mendung dan sempat hujan. Makanya kami kaget waktu ada teriakan kebakaran dan minta tolong dari pegawai toko," ungkap Ade Haerudin, 39 tahun, saksi mata yang berjualan nasi persis di samping lokasi kejadian.

    Dalam kebakaran yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB itu, selain menyebabkan kerugian yang ditaksir hingga Rp 500 juta, seorang petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor mengalami cedera serius pada bagian kepala.

    Dia tertimpa selang air truk pemadam saat berusaha menjinakkan api yang bersumber dari lantai dua toko. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis.

    Kobaran api di Toko Super Toys, yang berada di kawasan niaga Kota Bogor itu, membuat panik para pemilik dan pedagang lain. Sebab, antar bangunan posisinya berdampingan. Beruntung, api tidak menjalar, setelah tujuh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Selama tiga jam berjibaku, si jago merah bisa dijinakkan.

    Informasi yang diperoleh, sumber api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik. Bangunan toko tersebut milik Hendra yang disewakan kepada Yanti dan Arif, pasangan suami-istri. Namun demikian, kepolisian belum bisa memastikan penyebabnya.

    "Kami masih mendalami. Apakah berasal dari korsleting atau kompor. Tidak ada korban manusia dalam kejadian ini," kata Kepala Polsek Bogor Tengah Komisaris Christian Bisono.

    ARIHTA U SURBAKTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.