Koalisi Pejalan Kaki Hadang Pemotor di Trotoar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koalisi pejalan kaki melakukan aksi demontasi di depan Hotel Pullman kawasan MH Thamrin, Jakarta, Jum'at (3/2). TEMPO/ Agung Pambudhy

    Koalisi pejalan kaki melakukan aksi demontasi di depan Hotel Pullman kawasan MH Thamrin, Jakarta, Jum'at (3/2). TEMPO/ Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Jakarta - Koalisi Pejalan Kaki saat ini menggelar aksi di Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Plaza Indofood. Aksi ini dilakukan untuk mengimbau pengendara motor tidak melintas di trotoar mulai pukul 17.30 hingga 18.00.

    Koordinator aksi, Alfred Sitorus, mengatakan aksi ini diikuti sepuluh peserta yang berasal dari perkumpulan pencinta alam Jakarta. Mereka dilengkapi poster-poster yang berisi imbauan kepada pengendara motor. "Polisi seharusnya menindak tegas pemotor yang naik ke trotoar," katanya.

    Alfred menyarankan polisi untuk menggalakkan kembali operasi untuk menindak pengendara motor nakal yang kerap melintas di trotoar. "Seperti yang pernah booming di jalan depan Sarinah tahun 2010, pakai kamera untuk foto pelanggaran," ujarnya.

    Tidak hanya buat pemotor, seruan untuk menghentikan penyerobotan trotoar juga berlaku buat para pedagang kaki lima dan tukang ojek yang nongkrong di sana. "Harusnya pedagang yang mengubah tata kota ditertibkan oleh Satpol PP," ucapnya lagi. Tapi Alfred menyadari butuh intervensi Dinas Sosial dan Dinas UKM untuk memberi alternatif lokasi dagang PKL.

    Sebelumnya, aksi serupa pernah digelar di Kota Tua, Jalan M.H. Thamrin depan Ratu Plaza, Jalan Dr Satrio depan Mall Ambasador, dan Setiabudi. Menurut Alfred, lokasi-lokasi itu adalah daftar yang diajukan masyarakat pada Koalisi. Mereka mengeluh, di sana pemotor sering mengokupasi trotoar. "Itu saran masyarakat lewat akun Twitter Koalisi, @trotoarian," katanya.

    Selain itu, ada 40 titik lain di Jakarta yang diadukan masyarakat ke Koalisi. Untuk itu, Koalisi berencana menggelar aksi secara rutin setiap pekan. Aksi selanjutnya menyasar wilayah Jakarta Selatan, yaitu Kalibata; serta Jakarta Timur, yaitu Jatinegara, Cawang, Cililitan; juga wilayah Jakarta Barat.

    Mereka akan melakukan aksi setiap hari Jumat. Sebab, pada hari inilah disinyalir ramai terjadi okupasi pemotor di atas trotoar. "Jumat kan hari macet Jakarta. Jadi lebih banyak pemotor frustrasi lalu naik ke trotoar."

    ATMI PERTIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.