Diancam Pendemo, Ratusan Polisi Jaga Rumah Anas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum bersama Sekretariat Jendral Partai Demokrat Edhi Baskoro Yudhoyono saat menghadiri acara pelantikan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se Provinsi DI Yogyakarta periode 2011-2016 di panggung terbuka Candi Prambanan, Yogyakarta, Minggu (4/3). TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum bersama Sekretariat Jendral Partai Demokrat Edhi Baskoro Yudhoyono saat menghadiri acara pelantikan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se Provinsi DI Yogyakarta periode 2011-2016 di panggung terbuka Candi Prambanan, Yogyakarta, Minggu (4/3). TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 200 polisi menjaga rumah Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum di Perumahan Angkatan Laut, Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur. Penjagaan ini dilakukan menyusul rencana unjuk rasa dari  sekolompok massa yang menamakan diri Pasukan Pemburu Koruptor.

    Kehadiran polisi di kediaman Anas itu tidak mencolok. Hanya terlihat tujuh polisi yang berjaga di sekitar rumah. Sedangkan sisanya disebar di berbagai penjuru jalan menuju rumah Anas. "Kami sebar-sebar," kata Kepala Bagian Operasi Polres Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar Santun Marpaung, Selasa 6 Maret 2012.

    Berdasar pantauan Tempo, polisi datang menggunakan  lima truk. Mereka berjaga di jalan-jalan masuk menuju Perumahan Angkatan Laut. Namun hingga berita ini ditulis, massa yang menamakan dirinya Pasukan Pemburu tak juga muncul. Padahal mereka menyebar pengumuman bahwa aksi akan belangsung pukul 09.00.

    Rencana unjuk rasa itu diumumkan oleh  koordinator  aksi tersebut, Sapulete, melalui pesan singkat.  Dalam pesan singkatnya, Sapulete, menuliskan, pengunjuk rasa ingin menangkap dan mengadili Anas yang dianggap sebagai koruptor.

    Nama Anas sendiri muncul dari Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Partai Demokrat yang menyatakan Anas menerima sejumlah uang dari pembangunan proyek Hambalang. Anas yang ketika itu masih menjabat sebagai Ketua Fraksi Demokrat di DPR, diduga berperan mengatur pemenang tender untuk mengerjakan proyek Hambalang.

    ATMI PERTIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.