Anak Rano Kenal Ekstasi Saat Berlibur ke Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raka Widyarma (kanan) dan teman perempuannya Karina Andetia (kiri). ANTARA/Repro TV/Muhammad Deffa

    Raka Widyarma (kanan) dan teman perempuannya Karina Andetia (kiri). ANTARA/Repro TV/Muhammad Deffa

    TEMPO.CO, Tangerang - Raka Widyarma, putra Wakil Gubernur Banten Rano Karno, mulai mengenal ekstasi setelah bertemu dengan seseorang di Malaysia. "Dia berlibur ke Malaysia, kenal seseorang di sana, dan diberi pil ekstasi, lalu berlanjut dia memesan melalui online," kata Kepala Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta, Komisaris Besar Reynhard Silitonga, kepada Tempo di kantornya, Senin, 12 Maret 2012.

    Reynhard mengatakan pihaknya saat ini tetap memroses tindak pidana terhadap Raka. "Kami sedang menyusun berkas dan akan segera kami kirim ke kejaksaan," kata Reynhard.

    Menurut Reynhard, kondisi Raka sekarang sehat. Rano Karno juga sudah membesuknya di tahanan Polres Bandara. Di kantor Bea dan Cukai, Raka yang dihadirkan dalam jumpa pers hanya menundukkan kepala. Lima tersangka lain juga hanya menunduk. Rambut Raka terlihat agak memanjang di bawah telinga, di tangan kirinya terlilit dua gelang.

    Sebelumnya Raka ditangkap bersama kawan wanitanya, Karina Andetia, di Jalan Perkici Raya EB Nomor 42, Bintaro Jaya, Sektor 5, Jakarta Selatan. Raka ditangkap karena kedapatan memesan ekstasi dari orang Malaysia bernama Tan. Lima butir ekstasi itu dikirim melalui paket Fedex.

    AYU CIPTA



    Berita Terkait
    Rano Karno Ajukan Penangguhan Penahanan untuk Raka
    Begini Cerita Ekstasi itu Sampai ke Tangan Anak Rano
    Paket 'Kiriman' Narkoba Ternyata Modus Lama
    Tangkap Anak Rano, Polisi Menyamar Jadi Kurir
    Anak Rano Karno Pesan Narkoba Lewat Whatsapp
    Pesan Ekstasi, Anak Rano Gunakan Nama Palsu
    Anak Rano Karno Terancam 20 Tahun Penjara
    Polisi Buru Sindikat Malaysia Bermodus Online


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.