Polisi Tahan 34 Mahasiswa Pendemo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan massa berunjuk rasa tolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Selasa (27/3). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ratusan massa berunjuk rasa tolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Selasa (27/3). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya menahan 34 mahasiswa yang tergabung dalam sejumlah aksi unjukk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Jakarta pada Selasa, 27 Maret 2012.

    "Mereka (mahasiswa) dibawa ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya," ujar Kabid Humas Polda, Komisaris Besar Rikwanto, melalui pesan singkatnya.

    Rikwanto mengatakan puluhan mahasiswa tersebut sampai di Polda sekitar jam 18.40. Mereka dikawal oleh puluhan personel polisi yang mengenakan rompi berwarna hijau.

    Sejumlah barang bukti diamankan, antara lain bendera merah putih, almamater, alat pengeras suara, batu, bom molotov, dan kamera DSLR. Adapun beberapa mahasiswa mengenakan jaket biru almamater kampus. Beberapa dari mereka diketahui mahasiswa Kampus Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP), Jakarta.

    Para mahasiswa menjadi bagian dari gerakan massa yang berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Kelompok lain yang bergabung dalam unjuk rasa hari ini adalah partisan partai, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga swadaya masyarakat. Aksi dilakukan di Gedung DPR-MPR, Istana Negara, dan sekitar Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.

    SATWIKA MOVEMENTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.