Contra Flow Cawang-Semanggi Berlanjut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana lalu lintas saat uji coba Contra Flow di tol dalam kota, Jakarta, Selasa (1/5). Contra flow yang diberlakukan mulai pukul 06.00-10.00 dari Senin-Jumat pada ruas jalan tol dalam kota antara Cawang (depan Bank Bukopin) hingga Semanggi (gedung DPR/MPR). Tempo/Tony Hartawan

    Suasana lalu lintas saat uji coba Contra Flow di tol dalam kota, Jakarta, Selasa (1/5). Contra flow yang diberlakukan mulai pukul 06.00-10.00 dari Senin-Jumat pada ruas jalan tol dalam kota antara Cawang (depan Bank Bukopin) hingga Semanggi (gedung DPR/MPR). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksanaan sistem melawan arus (contra flow) di jalan tol dalam kota dari Cawang hingga Semanggi bakal dilanjutkan. "Hasil dari anev (analisa dan evaluasi) akan dilanjutkan," kata Kasat Patroli Jalan Raya Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Jazari melalui pesan singkatnya, Rabu, 8 Mei 2012.

    Jazari mengatakan mekanisme contra flow hanya akan berlaku pada hari biasa. Sementara pada Sabtu, Minggu, dan libur nasional contra flow tidak diterapkan.

    Dari hasil evaluasi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, contra flow merupakan salah satu solusi sementara untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan di tol Cawang-Kuningan.

    Dari data yang diterima Tempo, penerapan contra flow dinilai Dirlantas mampu mengatasi masalah kemacetan meski untuk jangka pendek.

    Sebelumnya, penerapan contra flow sudah diterapkan di dua lokasi ruas tol Karang Tengah-Tomang dan Jalan Raya Bekasi-Cakung. Polda mengklaim dari penerapan kedua ruas itu terbukti efektif mengurangi padatnya volume kendaraan.

    Untuk durasi penerapan contra flow, Jazari mengatakan masih tetap akan berlaku pada pukul 06.00-10.00. Namun saat ditanya sampai kapan penerapan ini akan berlaku, Jazari belum menjawabnya.

    ADITYA BUDIMAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.