DPR Pro-Kontra Konser Gaga, FPI Tak mau Pusing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan calon penonton rela antre mulai pagi, bahkan ratusan orang menginap, di mall Fx, Senayan, Jakarta, (10/3), untuk mendapatkan tiket konser Lady Gaga yang akan manggung pada 3 juni mendatang di Jakarta. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ribuan calon penonton rela antre mulai pagi, bahkan ratusan orang menginap, di mall Fx, Senayan, Jakarta, (10/3), untuk mendapatkan tiket konser Lady Gaga yang akan manggung pada 3 juni mendatang di Jakarta. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) mengaku tak ambil pusing dengan pro dan kontra anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait konser Lady Gaga Juni mendatang. "Kami tidak masalah dengan pro-kontra tersebut," ucap Ketua Dewan Perwakilan Daerah Front Pembela Islam (FPI), Salim, saat dihubungi Tempo, Jumat 18 Mei 2012.

    Sebelumnya, sejumlah politikus Senayan mengecam rencana pelarangan konser Lady Gaga yang bertajuk Born This Way Ball tersebut. "Jangan langsung melarang, Kalau melarang, kita berarti menolak kebebasan berekspresi dalam wujud seni dan budaya," ucap anggota Komisi Kebudayaan DPR RI, Popong Otje Djunjunan 

    Ketua Komisi Hukum DPR, Benny Kabur Rahman, juga turut mengecam pelarangan tersebut. "Ada kesan kuat di mata masyarakat bahwa institusi kepolisian tidak mampu menjaga keamanan negara," ucapnya.

    FPI menilai konser penyanyi dengan nama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta itu harus dibatalkan. "Bahkan Menteri Agama pun sudah menolak konser ini," Salim mengklaim.

    Sebanyak 55 ribu tiket konser yang rencananya akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta ini sudah ludes terjual sejak Maret lalu. Hingga kini, belum ada kejelasan dari promotor terkait pelaksanaan konser tersebut.

    SUBKHAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.