Gaya Keras Ahok Jadi Shock Therapy Pemda DKI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, bertemu dan berdialog dengan para buruh yang berunjuk rasa di Kantor Gubernur DKI Jakarta, Rabu (24/10). TEMPO/Tony Hartawan

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, bertemu dan berdialog dengan para buruh yang berunjuk rasa di Kantor Gubernur DKI Jakarta, Rabu (24/10). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Perkumpulan Prakarsa--sebuah lembaga kajian kebijakan publik--Ah. Maftuchan menilai gaya keras Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam mengawasi kinerja dinas-dinas di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta positif. "Sekali-sekali perlu shock therapy seperti itu," katanya pada Kamis, 15 November 2012.

    Menurut Maftuchan, kepemimpinan tegas Ahok--begitu dia biasa disapa--penting untuk menjaga agar anggaran pemerintah tetap efisien dan efektif. Tanpa itu, kata dia, janji kampanye Jokowi-Ahok ketika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terancam tak tercapai. "Jadi sah-sah saja jika Basuki keras," katanya.

    Sepekan terakhir, Dinas Informasi dan Komunikasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengunggah sejumlah video rekaman rapat-rapat Ahok dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta. Dalam semua rapat, Ahok tampak tegas meminta anggaran yang boros dipotong. Dengan kalimat lugas, Ahok menantang para kepala dinas untuk bekerja lebih keras.

    Maftuchan menilai wajar jika sejumlah pegawai Dinas akan kaget dengan gaya Ahok, yang terbuka dan blak-blakan. Tapi, menurut dia, hal itu penting mengingat banyak anggaran pemerintah di Jakarta yang boros dan tidak jelas.

    M. ANDI PERDANA

    Berita Terpopuler:
    Suami Ola Ditembak Mati di Depan Henri Yoso  

    Penangkapan Ola dan Suaminya Bak Film Hollywood 

    Di SD, Tak Ada lagi Pelajaran IPA-IPS

    Malam 1 Sura, Keluarga Keraton Surakarta Ribut

    Kini Jokowi Ditantang Benahi Sampah 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.