6 Hal, Kalkulasi Jokowi Untuk Nomor Ganjil Genap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kemacetan lalu-lintas. TEMPO/Seto Wardhana

    Ilustrasi kemacetan lalu-lintas. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO , Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan sistem ganjil genap akan diterapkan di Jakarta sekitar bulan Februari atau Maret 2013 mendatang. "Enggak diundur, tapi masih dikalkulasi semuanya," ujarnya di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu, 2 Februari 2013.

    Jokowi menyebutkan 6 hal yang masih harus dikalkulasi untuk kemudian menerapkan kebijakan ini. Keenam hal itu adalah :

    1. Kesiapan dari angkutan massal. "Kami kan sudah nambah angkutan massal, tapi sepertinya masih kurang," ujar Jokowi.
    2. Kalkulasi ekonomi. Ia mempertimbangkan apakah kebijakan ini merusak pergerakan ekonomi atau tidak.
    3. Jangan sampai merusak lalu lintas di Jakarta yang menjadi lintasan distribusi logistik dari Tanjung Priuk.
    4. Kalkulasi politik.
    Menurut Jokowi, kebijakan ini nantinya pasti akan ada yang mempolitisasi, hal ini juga harus diperhitungkan masak-masak.
    5. Kesiapan perangkat pendukung.
    Kebijakan ganjil genap ini, nantinya akan dipantau melalui CCTV. "Kalau memang pantau hanya pakai mata iya bisa cepet, kalau engga kya musti nunggu alat," kata dia. "Tidak semudah yang dibayangkan," ujarnya. Jokowi juga mengatakan, kebijakan ganjil genap akan dipakai untuk meluncur ke Electronic Road Pricing (ERP). Untuk pengadaan alat, Jokowi mengatakan, sudah menganggarkan di Dinas Perhubungan, "Musti beli, nanti belinya musti pake lelang apa enggak ditanyakan ke Dishub," katanya menjelaskan.
    6. Sisi hukum. Jokowi menegaskan, jangan sampai ada yang merasa dirugikan akan kebijakan ini, "Jangan sampai di PTUN-kan," jelasnya.

    Kemudian Jokowi menjelaskan, jika seluruh kalkulasi sudah rampung, maka akan segera melakukan sosialisasi. "Saya juga enggak alergi kritik, kalau mau dikritik ya silahkan," katanya.


    Ia juga menegaskan masih melakukan koordinasi dengan pihak Polda Metro Jaya secara terus-menerus mengenai kebijakan ini. "Masih lancar-lancar saja," kata dia.

    TRI ARTINING PUTRI


    Berita populer
    Kata Tifatul Sembiring soal Ahmad Fathanah

    Narkoba Artis: Semua Tamu Ditawari Inex

    Ini yang Menyebarkan Hubungan Ariel dan Pramugari

    Menteri Suswono Bisa Terseret Kasus Daging Impor?

    Narkoba Artis: Undangan Pesta Lewat BBM

    Ditanyai Soal Wanita, Senyum Luthfi 'Hilang'

    Raffi Ahmad Ditetapkan Jadi Tersangka




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.