RS Kurang Dokter, Jokowi Ajukan 110 Dokter Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). TEMPO/Tony Hartawan

    Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah mengajukan surat kepada Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk mengangkat dokter baru sebagai tenaga medis tambahan di lingkup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Jumlahnya sekitar 110 orang," kata Jokowi di Balai Kota, Kamis, 21 Februari 2013.

    Saat ini, kata dia, DKI tinggal menunggu persetujuan dari Menteri Azwar Abubakar. Adapun kerja sama Pemerintah Provinsi DKI dengan Fakultas Kedokteran UI dan Ikatan Dokter Indonesia, Jokowi mengatakan upaya tersebut akan tetap dilaksanakan. Namun, langkah itu disebutnya bakal tetap kurang karena kebutuhan tenaga medis sudah sangat mendesak.

    Jokowi mengatakan tidak ingin masalah kekurangan tenaga medis mengakibatkan berkurangnya kualitas pelayanan kepada masyarakat. "Jangan sampai nanti kalau ada apa-apa harus kerja sama lagi, jadi harus yang tetap," ujarnya.

    Sebelumnya, Gubernur Jokowi menyatakan akan menambah kapasitas ruang perawatan kelas III di Jakarta. Penambahan itu dilakukan agar masyarakat pengguna Kartu Jakarta Sehat bisa mendapatkan pelayanan di rumah sakit. Rumah sakit pun menyatakan kekurangan tenaga medis untuk menyesuaikan penambahan ruang perawatan.

    DIMAS SIREGAR

    Berita Lainnya:
    Kisah Bayi-bayi Merana di Sekitar Ibu Kota 
    Kasus Dera, RS Diminta Tambah Kapasitas Kelas III
    YLKI Desak Kemenkes Lakukan Investigasi
    Ahok: Premi Kartu Jakarta Sehat Rp 23 Ribu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.