Penumpang di Stasiun Tanah Abang Berkurang 10 Ribu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang kereta Comuter Line menunjukan tiket elektronik di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, (4/6). Masih banyak calon penumpang yang kurang mengetahui cara penggunaan tiket elektronik ini. TEMPO/Subekti

    Calon penumpang kereta Comuter Line menunjukan tiket elektronik di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, (4/6). Masih banyak calon penumpang yang kurang mengetahui cara penggunaan tiket elektronik ini. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Perubahan operasional KRL Commuter Jabodetabek yang mulai diberlakukan hari ini diprediksi mampu mengurangi kepadatan penumpang di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebanyak 10 ribu dari 33 ribu orang.

    "Kami masih memantau jumlah penumpang, tapi belum ada hitungan pastinya (hingga siang ini)," ujar Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional I, Sukendar Mulya, kepada Tempo, Selasa, 23 Juli 2013.

    Sebagaimana diberitakan, PT KAI mengubah operasional KRL commuter, KRL non-AC, serta KRL feeder. Adapun perubahannya adalah tak ada lagi KRL yang akan berhenti di Stasiun Angke, Jakarta Barat.

    Tidak berhentinya KRL di stasiun Angke dikarenakan stasiun itu akan dijadikan stasiun kereta api lokal. Jadi, mulai hari ini, KRL berhenti di stasiun terdekat dari Angke, yaitu Stasiun Duri atau Stasiun Kampung Bandan.

    Tak hanya menghapus Stasiun Angke, perubahan operasional ini juga menghilangkan sejumlah titik transit KRL feeder, yaitu jurusan Manggarai-Angke dan Manggarai-Tanah Abang diganti menjadi Manggarai-Jakarta Kota.

    Meski belum memiliki hitungan pasti, Sukendar mengaku bisa memprediksi efek dari perubahan operasional ini. Di Stasiun Tanah Abang, misalnya, yang ia katakan sebagai titik terpadat naik turun kereta, jumlah penumpang di stasiun akan susut sekitar 10 ribu orang dari angka sebelumnya 33 ribu.

    Sepuluh ribu orang itu adalah mereka yang menaiki kereta api lokal. Dengan berubahnya Stasiun Angke menjadi stasiun kereta api lokal, maka 10 ribu orang tersebut akan bergeser ke Angke, tidak di Tanah Abang lagi.

    Sukendar pun menambahkan bahwa lonjakan penumpang ini nantinya akan juga ditangani melalui penambahan set kereta api. Ia mengingatkan, Agustus ini, sekitar 10 set kereta api listrik dari Jepang akan datang.

    "Ya, didoakan saja agar lancar perubahan operasional ini. Kami mohon maaf, jika ada yang tak berkenan," ujar Sukendar. KRL Jabodetabek saat ini diketahui membawa sekitar 550 ribu penumpang per hari.

    ISTMAN MP

    Terhangat:
    Front Pembela Islam | Bisnis Yusuf Mansur | Daging Impor

    Baca juga:
    Ganjar Pranowo: Aneh, Kepala Dinas Touring Moge

    Jokowi: Anggaran Rp 26,6 Miliar untuk Dana Taktis

    Syamsir Alam Girang Dipanggil ke Timnas Indonesia


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.