Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Dirusak Massa, PN Depok Tunda 30 Persidangan  

Editor

Juli Hantoro

image-gnews
Suasana Pengadilan Negeri Depok pasca penyerangan oleh Ormas Pemuda Pancasila di Depok, Jawa Barat, Selasa (17/9). Massa PP meminta agar Ketua PN Depok tetap melaksanakan eksekusi lahan di Kampung Parung Serab, Depok yang semula hendak ditunda. TEMPO/Dian Triyuli Handoko
Suasana Pengadilan Negeri Depok pasca penyerangan oleh Ormas Pemuda Pancasila di Depok, Jawa Barat, Selasa (17/9). Massa PP meminta agar Ketua PN Depok tetap melaksanakan eksekusi lahan di Kampung Parung Serab, Depok yang semula hendak ditunda. TEMPO/Dian Triyuli Handoko
Iklan

TEMPO.CO, Depok - Pengadilan Negeri Kota Depok menunda sekitar 20-30 persidangan pada Selasa, 17 September, kemarin. Penundaan itu dilakukan karena gedung PN digeruduk oleh massa dari Pemuda Pancasila sehingga tidak memungkinkan persidangan akan berjalan kondusif.

"Banyak persidangan yang ditunda, baik perdata maupun pidana, rata-ratanya antara 20 hingga 30-an," kata Humas PN Depok, Lukmanul Hakim, kepada Tempo pada Rabu, 18 September 2013.

Seperti diketahui, massa Pemuda Pancasila menggeruduk PN Depok pada Selasa, 17 September 2013, sekitar pukul 09.10 WIB. Mereka mengahancurkan kaca dan mengamuk di ruang Kepala PN Depok, Prim Haryadi, yang berada di lantai dua. Mereka menuntut PN tidak membatalkan eksekusi lahan sengketa 33 hektar yang dimenangkan oleh Pepabri atau masyarakat. Tanah itu telah berstatus sengketa sejak 1997 antara Pepabri dan Depkominfo saat itu.

Di PN Depok, setidaknya ada 60 persidangan dalam sehari, terdiri dari enam majelis dan setiap majelis mendapatkan jadwal 10 kali sidang per hari. Menurut Lukman, setelah kejadian kemarin, para hakim susah untuk fokus karena suasana yang tidak kondusif. "Karena suasananya panas, kami langsung menunda. Sidang perdata kita langsung sampaikan ke orangnya dan yang pidana kita sampaikan ke hakimnya," kata dia.

Pada saat kejadian itu, kata Lukman, sudah ada tiga majelis yang sedang melakukan persidangan. Persidangan itu sempat terganggu, tapi mereka akhirnya menyelesaikannya. Rata-rata sidang yang ditunda kemarin adalah yang telah dijadwalkan antara pukul 09.00-13.00. "Kami pindah jadwalnya ke pekan depan," kata dia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Lukman berharap kejadian seperti kemarin tidak terjadi lagi karena mengganggu banyak orang. Kasus perusakan kemarin, kata Lukaman, akan diusut tuntas dan beberapa pihak PN Depok telah memberikan kesaksiannya di Polresta Depok. "(Proses hukum) tetap berlanjut, Ketua MA memerintahkan diusut tuntas."

ILHAM TIRTA

Terhangat:

Miranda Goeltom | Tabrakan Anak Ahmad Dhani | Info Haji

Berita Terpopuler:
Hercules Minta Penyiksa Pedagang Kopi Ditembak
Banyak Wajah Asing Menjenguk, Dul Bertanya ke Maia
Jokowi Stop Mal, DPRD: Orang Kaya Jangan Dilupakan
Vanny Eks Pacar Freddy Budiman Ditangkap Polisi
Begini Rekaman CCTV Pembunuhan Sisca Yofie


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kilas Balik Program Sehari Tanpa Nasi di Depok, Belasan Siswa Pingsan 12 Tahun Lalu

11 Februari 2024

Ilustrasi sakit perut (pixabay.com)
Kilas Balik Program Sehari Tanpa Nasi di Depok, Belasan Siswa Pingsan 12 Tahun Lalu

Acara pemecahan rekor MURI sehari tanpa nasi di Depok melibatkan puluhan ribu orang. Belasan siswa pingsan karena lemas


Warga Depok Minta Jangan Ada Lagi Sistem Satu Arah di Jalan Nusantara

22 Januari 2023

Marka jalan dua arah di Nusantara Raya Depok. TEMPO/Ricky Juliansyah
Warga Depok Minta Jangan Ada Lagi Sistem Satu Arah di Jalan Nusantara

Pelaku usaha dan warga di sekitar Jalan Raya Nusantara, Kota Depok, berharap pemerintah kota tidak lagi memberlakukan kebijakan Sistem Satu Arah


Rancangan Perda Kota Religius Depok Ditolak Kemendagri, Wakil Wali Kota Ingin Tahu Alasannya

2 Oktober 2022

Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. FOTO/Instagram/imambhartono
Rancangan Perda Kota Religius Depok Ditolak Kemendagri, Wakil Wali Kota Ingin Tahu Alasannya

Kemendagri tidak mengabulkan Rancangan Perda Kota Religius Depok dan wakil wali kota ingin tahu alasannya.


WNA Nigeria Nyaris Diamuk Massa Setelah Lawan Arah Lalu Diteriaki Maling

23 Maret 2022

Ilustrasi penganiayaan
WNA Nigeria Nyaris Diamuk Massa Setelah Lawan Arah Lalu Diteriaki Maling

WNA Nigeria nyaris jadi korban amuk massa karena mobil yang ia kemudikan melawan arah lalu diteriaki maling.


Kasus Lansia Diteriaki Maling, Anak Korban: Tulang Belakang Hancur

24 Januari 2022

Jenazah lansia berinisial WH (89) yang menjadi korban pengeroyokan hingga tewas di Pulogadung, Jakarta Timur, disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin, 24 Januari 2022. (ANTARA/Abdu Faisal)
Kasus Lansia Diteriaki Maling, Anak Korban: Tulang Belakang Hancur

Keluarga korban lansia diteriaki maling meminta polisi mengusut kasus yang dialami ayahnya. Sang anak mengisahkan soal luka yang dialami korban.


Akun Twitter Pemkot Depok Sempat Retweet Pesan Buru Pembunuh Laskar FPI

9 Januari 2022

Ilustrasi Twitter. qz.com
Akun Twitter Pemkot Depok Sempat Retweet Pesan Buru Pembunuh Laskar FPI

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok menjelaskan akun Twitter Pemkot Depok itu dijalankan oleh satu admin. Mengaku dihack.


Dinkes Depok Soal Terbuncit Vaksinasi Covid-19: Distribusi Terbatas

21 Juli 2021

Tenaga kesehatan menyuntikkan Vaksin Covid-19 kepada warga di Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis, 17 Juni 2021. Vaksinasi Covid-19 di Sentra Vaksin Indonesia Bangkit RS Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, diperluas tak hanya untuk warga ber-KTP/domisili Depok, tetapi juga semua WNI dengan sasaran lansia dan pralansia (minimal 50 tahun), pendamping lansia dan pralansia, dan petugas pelayan publik. Hal tersebut dilakukan dalam upaya mendukung percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19. TEMPO/M Taufan Rengganis
Dinkes Depok Soal Terbuncit Vaksinasi Covid-19: Distribusi Terbatas

Pemerintah Kota Depok mengakui pihaknya memiliki kendala dalam menyukseskan program vaksinasi Covid-19 yang sedang digalakkan pemerintah.


SIL UI dan Pemkot Depok Kembangkan Aplikasi Lapor Banjir

30 Maret 2021

Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia (UI) mengembangkan aplikasi
SIL UI dan Pemkot Depok Kembangkan Aplikasi Lapor Banjir

Aplikasi yang bisa diunduh di Play Store itu memiliki fitur penyediaan informasi banjir perkotaan.


Pencuri Motor di Tambora Jadi Bulan-bulanan Warga

29 Maret 2021

Ilustrasi pencurian sepeda motor. dailyrecord.co.uk
Pencuri Motor di Tambora Jadi Bulan-bulanan Warga

Mereka melihat ada kerumunan massa yang menangkap pencuri motor bersama Honda Beat milik Wasim.


Lampaui Target Daerah, Angka Stunting Kota Depok 5,31 persen pada 2020

1 Januari 2021

Ilustrasi stunting. freepik.com
Lampaui Target Daerah, Angka Stunting Kota Depok 5,31 persen pada 2020

Mencegah munculnya stunting, Dinas Kesehatan memberikan suplemen gizi kepada remaja puteri dan ibu hamil serta melatih petugas dan kader kesehatan.