Pembangunan Jembatan Penyeberangan Depok Molor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria melompati pagar meskipun tidak jauh dari tempat tersebut terdapat jembatan penyeberangan, di Jalan Margonda, Kota Depok, Kamis (09/10). TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    Seorang pria melompati pagar meskipun tidak jauh dari tempat tersebut terdapat jembatan penyeberangan, di Jalan Margonda, Kota Depok, Kamis (09/10). TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Depok - Mahasiswa dan masyarakat umum yang berada di wilayah utara Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, tidak jadi mendapatkan fasilitas jembatan penyeberangan orang (JPO) tahun ini. Sebab, hanya dua dari empat jembatan yang dimungkinkan rampung dibangun akhir tahun ini.

    Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Nasrun ZA, mengaku tidak bisa berbuat banyak melihat keadaan itu. "Targetnya memang empat jembatan, tapi melihat perkembangan jadi agak molor," kata Nasrun kepada Tempo, Jumat, 22 November 2013. Pembangunan jembatan, kata dia, membutuhkan waktu karena harus memiliki kualitas lebih bagus. "Butuh waktu, tetapi kita optimistis minimal dua titik bisa." (Baca juga: Nur Mahmudi Benahi Margonda yang Belepotan)

    Empat titik lokasi yang akan dibangun jembatan, yaitu satu di Gang Kober tepat depan tugu selamat datang Kota Depok, kemudian di lokasi antara Apartemen Margonda Residence dan Mang Kabayan, antara Bank Jabar Banten dan Balai Kota Depok, dan antara Terminal Depok dan Ramayana sebagai pengganti JPO yang lama.

    Dalam master plan Pemerintah Kota Depok ada tujuh jembatan yang akan dibangun di jalan sepanjang 5,3 kilometer itu. Hal itu karena jumlah pejalan kaki di jalan protokol Depok terhitung tinggi. Selain itu, lebar Jalan Margonda yang mencapai 32 meter. (Baca juga : Bikin Jembatan Penyeberangan, Hindari Jalan Juanda)

    Saat ini, hanya dua titik yang sedang dikerjakan, yaitu di depan Balai Kota-Bank BJP yang sudah 70 persen jadi dan Terminal-Ramayana yang baru 45 persen jadi. Sementara, di dua titik lainnya yang berada di wilayah perkampusan di Depok baru ditandai titik-titiknya saja. Padahal, empat jembatan penyeberangan orang itu targetnya diselesaikan secara bersamaan. "Yang bikin lama sekarang adalah pengerjaan betonnya," kata dia.

    Nasrun mengatakan dua JPO yang tak mampu dirampungkan tahun ini akan dimulai pengerjaannya pada awal 2014 mendatang. Selain betonisasi, penghambat pembuatan jembatan itu adalah soal utilitas. Memutuskan jaringan kabel yang ada di Margonda harus mendapatkan persetujuan hingga dari Jakarta. "Untuk menghadapi cuaca juga kita pertimbangkan," kata dia. (Baca juga : Solo Uji Konstruksi Jembatan Penyeberangan Tua)

    Rencana pembangunan jembatan sudah dimulai sejak 2011, tetapi dalam prakteknya terdapat berbagai kendala, terutama pembebasan lahan. Pemerintah Kota Depok telah menganggarkan sebesar Rp 1,56 miliar per titik jembatan dengan ketentuan dua jembatan per tahun.

    Artinya, tahun ini Depok menganggarkan Rp 6,16 miliar untuk jembatan. Karena dua tahun terakhir tidak terealisasi, maka tahun ini akan dibangun empat sekaligus. Konsep pembangunan jembatan dibuat lebih indah dan ramah dari sebelumnya yang hanya menggunakan besi. "Kita bangun dengan sistem betonisasi," kata Nasrun.

    ILHAM TIRTA (DEPOK)

    Berita Terpopuler :
    Angelina Sondakh dan 'Rahasia' di Tangannya 
    Hacker Indonesia Lumpuhkan Situs Polisi Australia
    Hukuman Angelina Sondakh Diperberat, KPK Girang 
    Harta Angelina Sondakh yang Janggal 
    KPK Tak Peduli Widodo Disebut Dekat dengan Istana  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.