Jokowi: Denda Rp 100 Ribu Tak Akan Mempan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wartawan mengajukan pertanyaan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebelum memberikan kuliah umum bagi mahasiswa yang digagas Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/11). TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah wartawan mengajukan pertanyaan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebelum memberikan kuliah umum bagi mahasiswa yang digagas Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/11). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta -  Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku pusing melihat perilaku warga Jakarta yang tidak disiplin. Berbagai aturan yang sudah dibuat pun dilanggar. Misalnya, masih ada pengendara yang melintas di jalur khusus Transjakarta atau warga yang memberi sedekah ke pengemis di jalan.

    Pria yang akrab disapa Jokowi itu bakal mengandalkan pemberian denda yang tinggi bagi warga yang melanggar aturan. "Sekarang kita akan berorientasi pada denda, pada sanksi. Orang memang takutnya di situ karena mereka sudah tahu aturannya," kata Jokowi setelah menghadiri acara Dies Natalis Universitas Trisakti, Jumat, 29 November 2013.

    Menurut dia, warga luar negeri juga bisa disiplin setelah pemerintah menegakkan aturan dan sanksi yang berat. "Di Singapura semua orang takut melanggar karena dendanya besar," kata dia

    Jika aturan itu ditegakkan, dia yakin akan ada ketertiban hukum dan ketertiban sosial. Dengan demikian, lama-lama warga pun akan terbiasa berdisiplin. "Tidak ada cara yang lain lagi," kata dia. Besaran dendanya pun tidak bisa murah. "Kalau hanya Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu tidak akan mempan," katanya.

    Penegakan aturan itu bakal diterapkan di berbagai bidang. Misalnya, untuk warga yang membuang sampah sembarangan, warga yang memberi sedekah ke pengemis di jalan, serta melanggar rambu lalu-lintas. Penerapan sanksi itu kini baru dimulai di sektor lalu-lintas. Kendaraan yang masuk jalur Transjakarta akan dikenai sanksi Rp 500 ribu.

    ANGGRITA DESYANI

    Topik terhangat:
    Dokter Mogok | Penyadapan Australia | Penerobos Busway | Jokowi Nyapres

    Berita lainnya:
    Vita KDI Ngitung Uang Sekoper, Istri Bupati Syok
    Hotman Paris Panaskan Konflik Dhani-Farhat
    Diberi Sedekah, Pengemis Bertahan di Jakarta
    Saat Ditangkap, Pengemis Tajir Coba Sogok Petugas
    Surya Paloh: Reformasi Lahirkan Rezim Triomacan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.