Banjir Bandang dan Longsor Terjang Cianjur Selatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jalan amblas / longsor. ANTARA/Syafril Adriansyah

    Ilustrasi jalan amblas / longsor. ANTARA/Syafril Adriansyah

    TEMPO.CO, Cianjur - Belasan rumah milik warga di dua kecamatan wilayah Cianjur selatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, rusak parah dan beberapa warga mengalami luka ringan dan berat akibat bencana longsor dan banjir bandang, Selasa malam, 3 Desember 2013. Para korban yang selamat diungsikan ke tempat yang lebih aman dari jangkauan bencana alam.

    Bencana longsor terjadi di dua kampung, yakni Kampung Sarijadi dan Cibodas, Desa Cisaranten, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur. Dua orang dilaporkan mengalami luka berat bernama Hendra, 21 tahun, dan Mak Acih, 55 tahun. Keduanya warga Kampung Sarijadi. Selain itu, ada 5 rumah rusak berat tertimbun longsor. Kedua korban kini dirawat di puskesmas setempat untuk menjalani perawatan.

    Banjir bandang menerjang Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur. Belum diketahui jumlah korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sedikitnya 10 rumah terseret arus banjir bandang. Bencana alam ini diakibatkan hujan deras yang mengguyur dua wilayah tersebut.

    Wakil Ketua Bidang Kebencanaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur, Ruddi Sjachdiar Hidajath, mengatakan bencana longsor di Desa Cisaranten menimbun 5 rumah di Kampung Sarijadi dan mengakibatkan dua warga terluka berat. Sementara warga sekitar yang selamat diungsikan ke gedung sekolah dasar (SD) di wilayah tersebut untuk mengantisipasi longsor susulan dan mengakibatkan korban jiwa.

    "Selain rumah dan warga yang menjadi korban tanah longsor, areal pesawahan di Kampong Cibodas pun rusak akibat tanah ambles," ujar Ruddi saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa, 3 Desember 2013.

    DEDEN ABDUL AZIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.