Adik Sri Sultan Meninggal, Jokowi Kaget  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua anak berpose di samping Gubernur DKI Jakarta Jokowi usai menyaksikan Pertunjukan seni Gema Nusantara karya Bagong Kussudiardja dalam Perjalanan menjadi Indonesia di TIM, Cikini, Jakarta (28/11).  TEMPO/Dasril Roszandi

    Dua anak berpose di samping Gubernur DKI Jakarta Jokowi usai menyaksikan Pertunjukan seni Gema Nusantara karya Bagong Kussudiardja dalam Perjalanan menjadi Indonesia di TIM, Cikini, Jakarta (28/11). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Jakarta -- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terkejut saat mendengar kabar meninggalnya Gusti Bendoro Pangeran Haryo Joyokusumo di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan, Selasa, 31 Desember 2013. Pangeran Haryo meninggal sekitar pukul 17.00 WIB.

    "Hah? Pangeran Haryo meninggal? Kapan itu?" kata Jokowi--sapaan akrabnya--dengan mata berkaca-kaca, sebelum meninggalkan Balai Kota, Jakarta Pusat. "Iya, saya tahu, saya kenal Pangeran Haryo."

    Mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah, itu mengatakan dia mengenal adik kandung Sri Sultan Hamengku Buwono X tersebut. "Iya, saya tahu, saya kenal Pangeran Haryo," ujar alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada itu.

    Joyokusumo wafat saat dalam perawatan selama enam hari di Rumah Sakit Medistra Jakarta pada usia 57 tahun. Rencananya, jenazah diterbangkan ke Yogyakarta pada Selasa pukul 23.00.

    Setelah disemayamkan semalam di bangsal Sri Manganti Keraton Yogyakarta, jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Imogiri usai salat zuhur pada 1 Januari.

    SINGGIH SOARES


    Baca juga:

    Tahun Baru, Jokowi-Ahok Pakai Seragam Kotak-kotak

    Balok Beton di Tanggul KBB yang Ambruk Dievakuasi

    Tahun Baru, Taman Mini Targetkan 50 Juta Orang

    Padat Pengunjung, Pengelola Ancol Buka Loket Baru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.