Jokowi Koleksi Kaset Rhoma Irama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama mengikuti arak-arakan pawai Jakarta Night Festival di Jl. Thamrin, Jakarta, (1/1). Festival ini diselenggarakan untuk menyambut tahun baru 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama mengikuti arak-arakan pawai Jakarta Night Festival di Jl. Thamrin, Jakarta, (1/1). Festival ini diselenggarakan untuk menyambut tahun baru 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Jakarta Joko Widodo alias Jokowi mengaku dia dan bapaknya adalah penggemar penyanyi dangdut Rhoma Irama. Saking kagumnya dengan Rhoma, Jokowi mengoleksi kaset Rhoma.

    "Kasetnya Bang Haji (Rhoma Irama) itu banyak," kata Jokowi kepada wartawan, Rabu, 1 Januari 2013.

    Jokowi berduet dengan Rhoma di panggung hiburan Jakarta Night Festival di Bundaran Hotel Indonesia, Selasa, 31 Desember 2013. Ternyata, Jokowi--sapaan Joko Widodo--sempat lupa lirik. “Sebelum naik panggung, lirik hilang semua. Padahal kalau di rumah hafal semua," kata mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah, itu.

    Ketika berada di atas panggung dan disaksikan ribuan penonton, Jokowi semakin lupa dengan lirik lagu Darah Muda. "Namanya grogi. Ngapalin bolak-balik, begitu naik panggung hilang," ujar politikus PDI Perjuangan itu.

    Namun pada akhirnya, Jokowi tetap lancar menyanyikan Darah Muda bersama Rhoma. Jokowi menyatakan, dia sangat senang akhirnya bisa berduet dengan Rhoma. Sebab, dia sudah sejak lama mengagumi ayah dari Ridho Rhoma itu.

    SINGGIH SOARES


    Berita lain:
    Wajah Jokowi di Jakarta Night Festival
    Jokowi Penuhi Janji Duet dengan Rhoma Irama
    Jokowi: Apa Jakarta Cocok Jadi Kota Festival?

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.