Ribut Air Mandi, Adik Tikam Kakak hingga Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO.CO, Bekasi -- Saiful Atik, 31 tahun, tewas mengenaskan di rumah kontrakannya di Kampung Sawah RT 04 RW 04, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa malam, 7 Januari 2014. Dia menjadi korban penikaman oleh adik kandungnya sendiri, Pahrun, 23 tahun, hanya gara-gara ribut soal air untuk mandi.

    Juru bicara Kepolisian Resor Bekasi Kota, Ajun Komisaris Siswo, menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika pelaku tengah mandi. Oleh korban, pelaku disuruh mengisi air di dalam bak mandi, tapi menolak. "Kejadian sekitar pukul 18.30 WIB," katanya.

    Siswo melanjutkan, Saiful lalu mengejek adiknya itu hingga akhirnya terjadi keributan di antara keduanya. Saiful pun memukul Pahrun hingga giginya rontok. Tak terima atas perlakuan kakaknya, pelaku lantas mengambil pisau di dapur, kemudian langsung menikam korban sebanyak dua kali. Seketika, Saiful jatuh tersungkur. "Korban mengalami luka di bagian dada dan perut," ujar Siswo.

    Anggota keluarga lain yang mengetahui peristiwa itu meminta pertolongan kepada warga. Korban pun langsung dilarikan ke klinik tak jauh dari tempat kejadian perkara. Akibat minimnya peralatan, korban dilarikan ke Rumah Sakit Jatisampurna. "Korban meninggal di tengah perjalanan," kata Siswo.

    Sementara itu, pelaku langsung melarikan diri setelah menikam kakaknya. Namun, tak lama berselang, pelaku ditangkap di rumah pamannya, tak jauh dari rumah korban. "Sebilah pisau yang digunakan oleh pelaku kami amankan sebagai barang bukti," ujar Kepala Kepolisian Sektor Jatiasih, Komisaris Melda Sitohang.

    ADI WARSONO

    Terpopuler
    Satu Lagi, Penampilan Saltum Agnes Monica
    Ini Bisnis Istri Polisi yang Kehilangan Berlian
    Saksi: Teroris Dayat Ditembak dari Jarak 1 Meter
    Detik-detik Penggerebekan di Ciputat Versi Warga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.