Pengendara Keluhkan Tarif Parkir Stasiun KRL Naik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Siswi sekolah dasar (SD) melompat saat turun dari KRL Commuter Line di Stasiun Cilebut, Jawa Barat, (27/8). KRL Commuter Line menjadi salah satu transportasi favorit bagi sebagian pelajar di kawasan Bogor dan sekitarnya. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Seorang Siswi sekolah dasar (SD) melompat saat turun dari KRL Commuter Line di Stasiun Cilebut, Jawa Barat, (27/8). KRL Commuter Line menjadi salah satu transportasi favorit bagi sebagian pelajar di kawasan Bogor dan sekitarnya. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO , Depok - Sejumlah pengendara motor yang menitipkan motor di Stasiun Depok Baru mengeluhkan biaya parkir yang cukup tinggi. Tarif maksimal parkir di stasiun tersebut melambung menjadi Rp 8 ribu, padahal sebelumnya hanya Rp 3 ribu.

    "Saya sempat protes karena tidak ada pemberitahuan, setelah beberapa kali baru ditempel papan pengumuman," kata salah satu penumpang kereta rel listrik (KRL) yang menitipkan motor di Stasiun Depok Baru, Yusuf Armanto yang ditemui di tempat parkir tersebut, Kamis, 16 Januari 2014.

    Awalnya, Yusuf mengaku keberatan dengan pemberlakuan tarif parkir baru itu. Soalnya, kenaikan sebanyak Rp 5 ribu itu sangat tinggi. Bahkan, lebih tinggi dari tarif commuter line. Menurut dia, dari Depok Baru ke Stasiun Kota dia hanya dikenakan tarif Rp 4.500. "Sekarang biaya parkir di stasiun melebihi tarif tiket kereta," katanya.

    Penerapan tarif parkir di Depok per 1 Januari 2014 memang ditetapkan naik berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 43 tahun 2013. Untuk satu jam pertama dikenakan Rp 2 ribu dan setiap satu jam selanjutnya akan ditambahkan Rp 1.000 dengan tarif maksimal Rp 8 ribu. Sebelumnya, tarif parkir hanya Rp 1000 pada jam pertama dengan tarif maksimal sebesar Rp 3 ribu per jam.

    Setelah tarif parkir naik, Agus mengaku lebih sering parkir di luar stasiun karena tarifnya masih memakai tarif lama. Hanya saja, dirinya sering tidak kedapatan tempat di parkiran tidak resmi itu. "Saya siasatin dengan parkir di luar. Kalau enggak kebagian tempat, terpaksa di sini," katanya.

    Penitip motor lainnya, Suriadin, 32 tahun, juga mengaku diberatkan dengan tarif tersebut. Namun, dirinya tidak bisa berbuat banyak karena itu merupakan kewenangan pengelola parkir. "Yang butuh kan kita, kalau mereka enggak mau tahu," katanya. Menurut karyawan toko di Jakarta ini, kenaikan tarif itu telah menambah pengeluaran harian mereka. Sementara, pendapatan tidak bertambah. "Kita kan selalu pulang malam, hitung saja per harinya berapa."

    ILHAM TIRTA


    Berita Populer
    Otto Hasibuan Mundur Sebagai Pengacara Akil 
    Djoko Kirmanto: Jokowi Jangan Ambil Wewenang Pusat
    Ada Gerakan Senior PDIP Dukung Jokowi Jadi Capres
    Kisah Cinta Ahok, Beda 9 Tahun dengan Istrinya 
    Jajal Bus Transjakarta Baru, Jokowi Kedinginan AC  





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.