Banjir Jakarta, 10 Jalan Sebaiknya Dihindari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memadati kawasan Jatinegara yang lumpuh akbat banjir setinggi 40-60 cm, Jakarta, Sabtu (18/1). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Warga memadati kawasan Jatinegara yang lumpuh akbat banjir setinggi 40-60 cm, Jakarta, Sabtu (18/1). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Genangan air dan banjir di wilayah Ibu Kota pada hari ini membuat sejumlah ruas jalan, baik jalan utama maupun jalan-jalan di perumahan, di berbagai wilayah tak bisa dilewati. Hujan memperparah kondisi genangan yang tak surut karena hujan Sabtu malam sampai hari ini, Ahad, 19 Januari 2014, masih belum berhenti.

    Dari laporan TMC Polisi melalui akun Twitter-nya, sejumlah ruas jalan tergenang air dari sedengkul sampai 1 meter lebih. Hal ini mengakibatkan beberapa mobil urung menerobos jalan-jalan tersebut. Di beberapa jalan, para pengguna jalan memilih balik kanan, sehingga melawan arus lalu lintas. Inilah beberapa ruas jalan yang tak bisa dilalui kendaraan roda empat.

    1. Jalan di depan MOI Kelapa Gading, sementara tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor.
    2. Jalan dari Cengkareng arah Grogol.
    3. Jalan Kapuk Kamal (Rawa Melati), Jakarta Barat.
    4. Jalan di depan Citraland Grogol, Jakarta Barat.
    5. Jalan di depan WTC Mangga Dua.
    6. Jalan Daan Mogot, mulai dari putaran balik Pabrik Gelas hingga halte Jembatan Gantung.
    7. Jalan Wijaya III di depan Puskesmas Grogol Petamburan tinggi 1 meter.
    8. Jalan Satria 4, Latumenten, Jakarta Barat.
    9. Jalan Cililitan Kecil, Jakarta Timur.
    10. Jalan Puri Kembangan dekat Panti Sosial Kedoya.

    TMC| ANTO

    Berita terkait
    Banjir Jakarta, Sudah 10.530 Warga Mengungsi
    Banjir, Dua Koridor TransJakarta Tak Beroperasi
    Stasiun Tanah Abang Terendam 8 cm
    Titik-titik Banjir Pagi Ini, 19 Januari 2014

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.