Tidak Dievakuasi, Ibu Hamil Ini Nekat Berenang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintasi genangan banjir yang menggenangi kawasan Kampung Melayu, Jakarta, (27/1). Sudah 2 minggu kawasan ini masih terendam banjir. Tempo/Aditia Noviansyah

    Warga melintasi genangan banjir yang menggenangi kawasan Kampung Melayu, Jakarta, (27/1). Sudah 2 minggu kawasan ini masih terendam banjir. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dila, 27 tahun, warga RT 13 RW 02 Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, tidak sabar menunggu perahu untuk berevakuasi dari rumahnya yang direndam banjir. Walhasil, wanita yang sedang hamil sembilan bulan ini nekat berenang bersama suami serta anaknya, yang baru berusia tiga tahun.

    "Semalam, karena perahu enggak dateng dan kabarnya akan ada banjir besar, saya berenang lewat gang-gang," kata Dila saat ditemui di Jalan Jatinegara Barat, Kamis, 30 Januari 2014.

    Banjir yang merendam permukimannya malam itu sudah mencapai dua meter. "Saya takut sebenarnya, tapi mau gimana lagi, jadi diberani-beraniin. Kaki udah enggak napak ke jalan," ujarnya.

    Dila menceritakan, Eri, 30 tahun, suaminya, berenang lebih dulu dengan membawa pakaian. Lalu, Eri kembali untuk menjemput dia dan anak pertamanya, Salwa, tiga tahun. "Salwa digendong bapaknya, terus kami berenang sambil pegangan tambang yang ada di pinggir-pinggir gang. Airnya deres dari kali," katanya.

    Kini Dila beserta suami dan anaknya mengungsi ke rumah saudaranya di Gang Banten, Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur, yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. "Ada rumah saudara di sana, ngungsi di sana saja jadinya," ujarnya.(Baca : Mulai Naik, Banjir di Kampung Pulo Capai 3 Meter )

    Berdasarkan pantauan Tempo, saat ini ketinggian banjir di Kampung Pulo hampir empat meter. Air sudah mulai meluber ke Jalan Jatinegara Barat melalui lubang di bawah tanggul Kali Ciliwung. Lalu lintas di Jalan Jatinegara Barat terpantau padat. Adapun sebagian kendaraan dialihkan ke Jalan Jatinegara Timur.

    Air diperkirakan akan terus naik akibat tingginya permukaan air di Bendung Katulampa, Bogor, yang mencapai 230 sentimeter, atau berstatus siaga 1, pada dinihari tadi. Sekitar 3.500 warga telah mengungsi ke beberapa lokasi, seperti kantor Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, RS Hermina, posko rukun warga, dan Masjid Attawabin.

    AFRILIA SURYANIS

    Berita Terpopuler|
    Banjir Bekasi, Kompleks Dosen IKIP Tenggelam
    Katulampa 230 cm, Jakarta Banjir Lagi Pagi ini 
    Ahok: Teknologi Pengaspalan di Jakarta Usang 
    Banjir, Bekasi ke Gerbang Tol Halim 3 Jam!  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.