Mau Jadi Perawat Satwa di Ragunan, Ini Syaratnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pawang bermain dengan Dessy, usai dimandikan di kandang gajah Taman Marga Satwa Ragunan, Jakarta  (10/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Seorang pawang bermain dengan Dessy, usai dimandikan di kandang gajah Taman Marga Satwa Ragunan, Jakarta (10/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta:Taman Margasatwa Ragunan (TMR) mengelola sendiri sertifikasi bagi tenaga perawat satwa yang akan bertugas memberi makan dan memonitor kondisi seluruh satwa setiap harinya. "Tenaga perawat sendiri minimal harus Diploma III Kesehatan Hewan," kata Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan saat ditemui di kantornya pada Senin, 3 Februari 2014.

    Pada Senin kemarin Ragunan ditutup dari kunjungan umum agar satwa koleksi dapat beristirahat dan tidak stress. Pada hari itu, perawatan yang dilakukan antara lain adalah pemberian pakan dan pembenahan kandang.

    Khusus bagi tenaga perawat, Bambang mengatakan, sertifikasi diperoleh melalui training pengenalan hewan sejak tahap karantina. "Setelah training beberapa tahun, baru bisa mendapat sertifikat yang diberikan Ragunan untuk bisa memberi pakan dan memonitor satwa di kandang langsung," kata Bambang.

    Ada pun risiko yang akan dihadapi perawat satwa adalah agresivitas satwa yang seringkali sulit diprediksi. "Setidaknya perawat harus mengerti bahwa satwa tidak bisa didekati saat musim kawin," kata Bambang. Pada musim kawin tersebut, satwa mengalami tingkat agresivitas tertingginya sehingga serangan kepada perawat seringkali terjadi di luar dugaan.

    Bambang mengatakan, peningkatan kualitas tenaga pengelola TMR sendiri terus diupayakan melalui berbagai pelatihan sesuai lingkup kerja operasionalnya. "Sejauh ini, tenaga pengelola mencukupi dan memadai untuk kebutuhan TMR sendiri," kata Bambang.

    Selain tenaga perawat, TMR pun memiliki tenaga kurator yang merupakan ahli dalam satu kelas satwa atau jenis satwa tertentu. "Mereka dibantu oleh keeper serta perawat untuk memantau kondisi hewan koleksi," kata Bambang.

    ISMI DAMAYANTI


    Berita Lain
    Colek Keluarga Jokowi-Ahok, Bumerang Ani Yudhoyono  
    Jokowi Datangi Kampung Deret, Seorang Ibu Mengeluh  
    Tim Pemburu Koruptor Kejar Eddy Tansil
    SBY Minta Pertimbangan DPR Soal Pecat Azlaini Agus  
    Eksekutor Feby Lorita Tertangkap di Siantar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.