Jokowi Dicurhati Warga Kali Sentiong Soal Relokasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membuka helm sepeda saat tiba kantornya di Balaikota Jakarta (7/2).  TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membuka helm sepeda saat tiba kantornya di Balaikota Jakarta (7/2). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyempatkan menemui warga di bantaran Kali Sentiong yang akan direlokasi, Kamis, 13 Februari 2014. Sebelumnya, ia meresmikan pelayanan Izin Mendirikan Bangunan online di kantor Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

    Di Sentiong, Jokowi memeriksa jalan inspeksi yang sedang dibangun dari Jalan Sunter Jaya ke Sekolah Jubile. Saat itulah datang seorang warga yang akan direlokasi. Dia mengeluhkan belum mendapat uang ganti rugi atas tanah dan bangunannya kepada Jokowi. "Pak, saya belum dapat ganti," kata Endang, 30 tahun, warga bantaran Kali Sentiong RT 16 RW 09 Kelurahan Kebon Kosong.

    Endang akan direlokasi ke Rumah Susun Komaruddin karena tempat tinggalnya dilewati proyek pembangunan jalan. "Rumah saya digusur buat jalan inspeksi," kata dia. Dari penggusuran rumahnya yang seluas 10 x 6 meter tersebut, Endang akan mendapatkan Rp 350 juta. Mendengar keluhan Endang, Jokowi meminta Camat Kemayoran untuk membantu warganya tersebut. "Ini tolong diurus," katanya.

    Menurut Endang, sebenarnya dia telah diminta untuk pindah ke rusun namun dia belum melakukannya karena masih menunggu pencairan uang ganti rugi tersebut. "Tunggu uang cair dulu," katanya. (Baca juga:Lumpur Kampung Pulo Dibersihkan 250 Petugas)

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita Lainnya:
    Peugeot-Dongfeng Sepakat Tambah Modal US$ 5,5 M
    Hodgson Tak Jamin Ashley Cole ke Piala Dunia 2014
    Lintas Sumatera Rusak Parah, Jarak Tempuh Berlipat
    Injak Kepala Orang, Ustad Hariri Menyesal
    Ahok dan Jokowi Bahas Fungsi TGuPP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.