Pengadaan Bus Transjakarta Berlanjut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membersihkan bus Trans Jakarta yang baru tiba dari China di Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, Jakarta Timur, (29/11). Pemerintah DKI menambah 18 armada TransJakarta untuk menunjang operasi busway di semua koridor. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas membersihkan bus Trans Jakarta yang baru tiba dari China di Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, Jakarta Timur, (29/11). Pemerintah DKI menambah 18 armada TransJakarta untuk menunjang operasi busway di semua koridor. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan pengadaan bus Transjakarta dipastikan akan dilanjutkan. "Ya, dilanjutkan, kan sudah diketuk di APBD," kata Jokowi di Balai Kota, Kamis, 13 Februari 2014.

    Hari ini pun, kata Jokowi, dia telah bertemu Kepala Dinas Perhubungan yang baru, Muhammad Akbar, untuk memberikan pengarahan. "Biasalah kalau yang baru-baru di-briefing dulu," katanya.

    Menurut Jokowi, dia telah menitipkan hal-hal yang harus dilakukan dan yang harus disegerakan oleh Akbar. Saat ditanya apa pesan penting untuk Akbar, Jokowi menjawab singkat. "Kerja yang baik," ujarnya.

    Akbar yang ditemui terpisah mengatakan telah dititipi pesan oleh Jokowi. "Saya diminta lebih sering ke lapangan," katanya. Serupa dengan Jokowi, dia pun memastikan pengadaan bus Transjakarta akan tetap dilanjutkan. Akan tetapi, untuk selanjutnya, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat DKI Jakarta.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Topik
    Busway Bekas| Dinasti Atut | Jokowi | Gunung Kelud |

    Berita Terpopuler
    Indah Dewi Pertiwi Akui Kenal Wawan, Manajernya
    Kulit Maia Estianty Kendur, Cukup Dirawat di Rumah
    Hugh Jackman Pandu Tony Awards 2014
    Lenny Agustin Dapat Kartu Valentine
    Cinta Penelope Akan Bergaya Gotik di Pesta Nikah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.