Ahok Khawatir Jakarta Monorail Tak Serius

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama  (Ahok). TEMPO/Dasril Roszandi

    Wakil Gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengkhawatirkan kelangsungan proyek monorel yang tengah dikerjakan PT Jakarta Monorail. Menurut dia, sedari awal perusahaan tersebut tampak tak memiliki niat menyelesaikan proyek tersebut.

    "Saya ragu," kata Ahok--sapaan akrab Basuki--di Balai Kota, Rabu, 26 Februari 2014. Namun, menurut dia, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo masih memberi Jakarta Monorail kesempatan untuk melanjutkan proyek tersebut. "Cuma, kan kami mesti tetap kasih kesempatan," katanya.

    Menurut Ahok, saat ini pemerintah DKI memang sedang ngotot untuk mengembangkan moda transportasi massal, mengingat kemacetan diprediksi akan makin parah pada 2014. "Pak Gubernur mau semua moda transportasi kita digerakkan," katanya. Karena itu, proyek monorel sebagai salah satu moda transportasi pun dilanjutkan.

    Namun, kata Ahok, pihaknya tidak ingin merugi dalam perjanjian kerja sama dengan perusahaan tersebut. "Makanya kami harus lebih pintar, kami enggak mau lagi seperti zaman dulu," katanya.

    Sedangkan Jokowi mengatakan pemerintah DKI memang sangat berhati-hati dalam membuat perjanjian kerja sama yang baru. "Kami mau hati-hati, biar semua diuntungkan," katanya.

    Salah satu poin yang masih dinegosiasikan, kata Jokowi, adalah permasalahan tentang subsidi yang harus diberikan Pemprov DKI jika dalam sehari penumpang monorel tak mencapai 160 ribu orang. "Itu yang mau kami ubah," katanya.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita terkini:
    Setelah Anoa, Unta Kebun Binatang Surabaya Mati
    Sidang Perdana Adik Atut Ditunda Lagi
    Sidang Emir Moeis Datangkan Saksi Ahli Hari Ini
    Katy Perry dan John Mayer Putus Lagi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.