Jenazah Korban Ledakan Dibawa ke Rumah Duka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah awak media meliput kedatangan korban ledakan gudang amunisi di Rumkital Dr. Mintohardjo, Jakarta (05/03). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah awak media meliput kedatangan korban ledakan gudang amunisi di Rumkital Dr. Mintohardjo, Jakarta (05/03). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Jenazah Sersan Satu Imam Syafi'i, 48 tahun, korban ledakan gudang amunisi milik Komando Pasukan Katak di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, disalatkan di masjid Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo sekitar pukul 18.30 WIB.

    Jenazah lalu langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Rawa Silem 1 Nomor 49A, Pondok Ungu, Perumahan Wahana Harapan, Bekasi Utara. Mata Rum, 48 tahun, istri Imam, tampak sembap. Didampingi anaknya, Tri Wahyudi, dia tak mau berkomentar ihwal kematian suaminya.

    Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Masetio mengatakan TNI akan menaikkan pangkat Imam menjadi sersan kepala. (Baca: Ledakan Gudang Amunisi: 86 Orang Cedera, 1 Tewas).

    Menurut dia, kenaikan pangkat tersebut sangat wajar. Sebab, korban meninggal saat sedang bertugas. Imam tewas setelah berupaya memadamkan api di gudang amunisi. (Baca: Gudang Pelindo II Terhantam Mortir Kopaska).

    Selain itu, ia juga menyatakan TNI akan memberi santunan terhadap para korban. Namun ia enggan menyebut jumlah santunan. "Sesuai dengan aturan yang ada saja," ujarnya di Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Maret 2014.

    Ia menganggap peristiwa ledakan yang merenggut nyawa anak buahnya sebagai musibah. "Ini bukan sabotase, hanya musibah," katanya.

    ERWAN HERMAWAN
    Berita Terpopuler:
    Disebut Atur Proyek SKK Migas, Ini Kata Sepupu SBY 
    Bos Djarum Pertahankan Gelar Terkaya 
    Calon Hakim MK: Mobil Saya Tidak Lima, Cuma Empat.... 
    Calon Hakim MK, Hidup Mewah dan Tak Paham Hukum 
    Jadi Guru Besar, Calon Hakim MK Ini Tak Tahu Ultra Petita  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.