Jokowi Sindir Besarnya Anggaran Pendidikan Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakqrta Joko Widodo usai mengikuti istighosah dalam rangka haul ke 43 tahun Perguruan Tinggi Ilmu Quran di Monas, Jakarta, (09/03). Dalam sambutanya Jokowi mengajak warga untuk terus berdoa dan berzikir agar Indonesia mendapat pemimpin yang baik. TEMPO/Dasril Roszandi

    Gubernur DKI Jakqrta Joko Widodo usai mengikuti istighosah dalam rangka haul ke 43 tahun Perguruan Tinggi Ilmu Quran di Monas, Jakarta, (09/03). Dalam sambutanya Jokowi mengajak warga untuk terus berdoa dan berzikir agar Indonesia mendapat pemimpin yang baik. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali mengumpulkan pejabat eselon III dan IV di Balai Kota DKI pada Kamis, 13 Maret 2014. Kini giliran pejabat di bidang pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat yang dia kumpulkan.

    Satu hal yang menjadi inti pembicaraan Jokowi adalah besarnya anggaran yang bisa dimanfaatkan untuk membangun Ibu Kota. Tahun ini saja, APBD DKI Jakarta mencapai Rp 72 triliun. Salah satu alokasi dana terbesar dianggarkan untuk Dinas Pendidikan, yakni sebesar Rp 13 triliun.

    Namun Jokowi masih kecewa dengan manajemen pendidikan dan wajah dunia pendidikan di Jakarta. Dalam presentasinya, Jokowi memperlihatkan foto sekolah yang bangunannya rusak. "Masak bangunannya dibiarkan seperti itu, ingat lho, anggarannya Rp 13 triliun. Memperbaiki itu paling butuhnya hanya berapa juta," kata Jokowi. 

    Dia meminta agar PNS tidak terlalu banyak melakukan diklat yang tak perlu. "Sudah, kita buka-bukaan saja, Bapak-Ibu juga sebenarnya malas kan karena sebenarnya sudah tahu apa materi diklat," katanya.

    Dia meminta PNS pendidikan, seperti guru, kepala sekolah, pejabat dinas, dan suku dinas, berfokus memajukan pendidikan. "Jangan hanya mengurus SPJ tapi sekolah dibiarkan rusak," ujar Jokowi lagi. Selain itu, Jokowi meminta agar Dinas Pendidikan tak hanya mengurus bidang akademis, tetapi juga menanamkan rasa tanggung jawab. "Biar siswa yang membersihkan sekolah dan merawat tanaman," katanya.

    Jokowi juga meminta Dinas Pendidikan membuat siswa tetap memiliki rasa nasionalisme. "Saya pernah ke sekolah yang siswanya tidak hapal lagu Indonesia Raya. Giliran nyanyi Bang Jali hapal dan pakai joget," katanya sembari mengusap kening.

    Kepala Dinas Pendidikan Lasro Marbun tampak berkali-kali memegang kepala saat dinas yang dipimpinnya disebut oleh Jokowi. Sebelumnya diberitakan Lasro mengatakan Dinas Pendidikan memang sedang merasionalisasi anggaran yang tidak diperlukan. Anggaran satu unit saja, kata dia, bisa dirasionalisasi sebesar Rp 171 miliar. (Baca juga: Pungli Kartu Jakarta Pintar, Ahok: Ada `Susu Tante`)

    ANGGRITA DESYANI

    Berita Lainnya:
    Bodi Pesawat Malaysia Airlines Diduga Retak  
    Di Pelukan Ibu Ade Sara, Dua Wanita ini Menangis Minta Maaf  
    Pesawat Malaysia Airlines Sempat Kirim Data Mesin  
    Kisah Ahok Dikerjai Anak Buahnya  
    Mega Bawa Jokowi ke Makam Bung Karno


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.