Angkutan Kota Non-busway Akan Direvitalisasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Perhubungan melakukan pengecekan kondisi Metromini yang dikandangkan di Terminal mobil barang Pulo Gebang , Jakarta Timur, (30/8). TEMPO/Subekti

    Petugas Dinas Perhubungan melakukan pengecekan kondisi Metromini yang dikandangkan di Terminal mobil barang Pulo Gebang , Jakarta Timur, (30/8). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana merevitalisasi angkutan kota non-busway. Kepala Dinas Perhubungan, Muhammad Akbar mengatakan mereka sedang menyiapkan konsep revitalisasi itu. "Nantinya kami ingin menghilangkan sistem setoran, jadi nanti supir akan digaji," kata Akbar di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 1 April 2014. Namun perubahan itu bisa turut mengubah manajemen dan jenis angkutannya.

    Menurut Akbar, Dishub akan lebih dulu memperbaiki manajemen angkutan umum di Jakarta. "Salah satu opsinya melalui PT Transportasi Jakarta," katanya.

    Rencana ini, kata dia, sudah disampaikan ke Organda DKI Jakarta. Jika manajemen sudah selesai dibenahi, barulah pemerintah bisa memperbaiki trayek angkutan. "Soalnya kalau tidak, pasti akan ada gesekan jika ada angkutan baru atau trayek baru," katanya.

    Dinas Perhubungan belum menentukan target perencanaan revitalisasi angkutan umum non-busway ini. "Tapi mudah-mudahan tahun ini selesai," kata dia. (Baca juga: Jokowi Lantik Dewan Transportasi Kota Jakarta)

    ANGGRITA DESYANI

    Berita Lainnya:
    Yahoo! Bikin Tandingan YouTube
    Di Pacitan, Jokowi Disambut Ribuan Warga
    Foto Dude Harlino dan Alyssa Bulan Madu di Turki


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.