Ahok Janjikan Masalah Sampah Beres April  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tukang asongan mendorong gerobaknya saat melintas di tempat penampungan sampah sementara (TPS) Tebet, Jakarta, (04/02). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Seorang tukang asongan mendorong gerobaknya saat melintas di tempat penampungan sampah sementara (TPS) Tebet, Jakarta, (04/02). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menargetkan masalah sampah Ibu Kota beres pada April ini. Ahok akan memanggil jajaran Dinas Kebersihan DKI Jakarta dan pihak swasta yang selama ini mengelola sampah Ibu Kota. “April mulai beres,” katanya di Balai Kota, Rabu, 2 April 2014.

    Bulan lalu Ahok menyemprot Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Saptastri Edyningtyas, karena tumpukan sampah yang berserakan di sejumlah badan jalan. Dia mengatakan tak terangkutnya sampah-sampah ini disebabkan pengangkutan sampah selama ini menggunakan sistem per jam. Artinya, truk-truk pengangkut sampah yang dikelola swasta hanya bekerja sekali angkut saja per harinya. Ahok pun meminta sistem ini diubah menjadi per rit. Tiap truk nantinya akan dibayar tiap sekali angkut.

    Ahok optimistis target membenahi masalah sampah akan tercapai. Menurut dia, masa krisis transisi manajemen dari swasta ke pemprov sudah lewat, yaitu Januari-Februari lalu. “Sampah kita masih berantakan 2-3 bulan ini enggak apa-apa. Biasa itu, revolusi memang gitu,” ujarnya.

    Siang ini Ahok berencana mengumpulkan jajarannya dan pengusaha swasta pengangkut sampah. Menurut dia, belum tentu pihak swasta yang “bermain” dalam kisruh manajemen sampah DKI. “Makanya saya tanya orang kami. Biar tidak ada fitnah di antara kita,” ujarnya.

    Dia menyebut selama ini ada peluang oknum dinas kebersihan bermain dalam perhitungan pengangkutan sampah. Permainan ini, menurut dia, bisa dengan memanipulasi jumlah berapa kali angkut truk yang telah dilakukan. “Dia dapat berapa rit, bohongin berapa rit,” ujarnya. Keuntungan itu, menurut dia, sangat banyak. Misalnya 300 rit dikali Rp 200 ribu per ritnya sudah jadi Rp 60 juta.

    Ahok bakal memperjelas muara uang kebersihan DKI. Sebab, selama ini dia menggaji pekerja harian lepas berjumlah 3000-4500 orang. Namun, setiap meminta laporan rekening, yang ada rekening pihak swasta. “Kalau rejeki orang dipotong kan pasti ada yang tersinggung, seolah-olah kami dikerjain,” katanya.(baca juga: Ahok Belum Terima Surat Bekasi Soal Truk Sampah)

    ATMI PERTIWI

    Berita Terpopuler :
    Kata Ahok Soal Sumbangan Rp 60 M Prabowo di Pilgub
    Temui Demonstran, Jokowi: Biar Cepat Pulang
    Ini Caleg dan Capres Ideal Versi KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.