Ahok Bakal Pidanakan Penyeleweng Dana Kartu Jakarta Pintar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meninjau tes uji kompetensi seleksi dan promosi jabatan lurah dan camat DKI di SMA 1, Jl. Budi Utomo, Jakarta, (27/4). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meninjau tes uji kompetensi seleksi dan promosi jabatan lurah dan camat DKI di SMA 1, Jl. Budi Utomo, Jakarta, (27/4). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta para kepala sekolah bisa berperan besar dalam penentuan peserta Kartu Jakarta Pintar agar penggunaan dananya tidak meleset.

    "Harusnya kepsek memutuskan siapa yang lebih layak," katanya di Balai Kota, Kamis, 10 April 2014. Menurut dia, sekolah lebih mengetahui kondisi masing-masing siswanya ketimbang pihak luar. "Kalau sudah tahu yang layak, kami bisa tahu bantu siapa." Ahok juga mengingatkan agar kepala sekolah tidak bermain dalam penentuan peserta Kartu Jakarta Pintar. "Kalau ada penipuan, ya, kami pidanakan." (Baca: Pemerintah DKI Larang Parpol Terlibat Kartu Pintar)

    Menurut Ahok, pelaporan penggunaan dana Kartu Jakarta Pintar oleh orang tua siswa tidak perlu dilanjutkan. Sebab, pengawasan akan diberikan oleh pihak sekolah, yakni kepala sekolah dan guru. "Tinggal gurunya lihat saja siswanya bener beli baju apa enggak. Guru-guru ini ke mana? Masak kamu enggak tau murid kamu ganti baju baru atau tas sekolah," katanya.

    Indonesian Corruption Watch (ICW) hari ini bertemu dengan Ahok untuk membicarakan penerapan Kartu Jakarta Pintar tahun 2013. Hasil survei ICW menyatakan 19,4 persen penerima dana Kartu Jakarta Pintar tidak sesuai dengan sasaran. (Baca: Apa Rekomendasi ICW ke Ahok Ihwal Kartu Jakarta Pintar?)

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita Lainnya:
    Penculik Turis di Malaysia Minta Rp 127 Miliar
    Jokowi Semprot Bawahannya karena Serapan Anggaran
    Capres Jokowi: Pencalonan Saya Takkan Berubah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.