Cerita Warga Kampung Pulo 'Kebal' Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak bermain air saat banjir menggenangi kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur, Selasa 5 Agustus 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Seorang anak bermain air saat banjir menggenangi kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur, Selasa 5 Agustus 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Luapan air Sungai Ciliwung dari Pintu Air Katulampa sempat menggenangi Kampung Pulo pada Sabtu dini hari, 22 November 2014. Ketinggian air mencapai 80 sentimeter. Namun, sejumlah warga malah kembali tidur. Mereka mengaku tak khawatir.

    "Ah, banjir segitu mah sudah biasa, enggak kaget," kata Asep Syaifuddin, 30 tahun, warga RT 9 RW 2 Kampung Pulo, saat ditemui Tempo. Bagi Asep yang lahir dan besar di Kampung Pulo, banjir di bawah 1 meter tak jadi masalah. Toh, katanya, ia tidur di loteng.

    Pada Kamis, 20 November 2014, rumah Asep sempat tergenang banjir hingga 3,5 meter. Menurut dia, banjir setinggi itu belum ada apa-apanya. "Banjir yang parah itu pada 2007," ujar Asep. Saat itu, rumahnya kelelep banjir hingga atap. Rumah Asep berjarak kurang dari 10 meter dari bantaran Kali Ciliwung.

    Ketua RW 2,  Kamaluddin, membenarkan pernyataan Asep. "Warga di sini kalau banjir segitu mah enggak peduli," katanya. Menurut Kamal, warga baru mau mengungsi jika banjir mencapai 8 meter. Itu berarti, banjir sudah mencapai atap. "Jadi, bagi warga Kampung Pulo, banjir 3,5 meter itu sudah biasa, kalau 8 meter baru luar biasa," katanya menegaskan.

    Ketinggian air 8 meter di Sungai Ciliwung, Kamal melanjutnya, bisa terjadi jika Bogor hujan lebat selama berhari-hari. "Mungkin nanti bulan Januari dan Februari," katanya. Kalau itu terjadi, ia dan 1.404 Kepala Keluarga di RW 2 waspada. Mereka harus siap mengungsikan 5.000 lebih warganya.

    Saat banjir besar terjadi, Kamal berujar, biasanya Pemerintah DKI Jakarta, Palang Merah Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, dan pihak swasta, akan turun tangan membantu. Namun saat ketinggian air 'biasa-biasa' saja, Kamal mengatakan, hanya ada posko TNI dan belum datang bantuan signifikan. "Kemarin PMI kirim 100 kotak nasi," katanya. Kamal berharap, jika banjir bandang nanti menggenangi Kampung Pulo, pemerintah sudah siap menyalurkan bantuan.

    FEBRIANA FIRDAUS

    Topik Terhangat:

    Tes Perawan Kepolisian | Ahok Jadi Gubernur | Jokowi dan BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    Setelah Jokowi, Giliran Malaysia Cabut Subsidi BBM
    Makan Daging Babi, Ini Komentar Kaesang Jokowi
    Jokowi Kalahkan Obama di Voting Majalah TIME
    Bisnis Penginapan Ramaikan Ritual Seks di Kemukus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.