Ketemu Megawati, Ahok Ajukan Tiga Calon Wagub  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kika) Calon Wagub DKI Jakart Basuki Tjahaja Pernama (Ahok) bersama ketua DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputr. TEMPO/Dasril Roszandi

    (kika) Calon Wagub DKI Jakart Basuki Tjahaja Pernama (Ahok) bersama ketua DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputr. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada Kamis kemarin untuk meminta restu ihwal wakil gubernur. Ahok meminta restu Mega. "Kami mesti ketemu berdua dong, Bu Mega kan kayak orang tua saya," katanya.

    Mega, menurut Ahok, kebetulan seumur dengan ibunya. "Nah saya boleh dong, kayak mau menikah, emak ini kira-kira calon istri saya nih. Ibu suka enggak. Kalo Ibu enggak suka, sebutin alasannya dong. Nah saya juga mau sebutin alasan saya apa," ujar Ahok di Balai Kota, Jumat, 28 November 2014. (Baca: Ahok Tolak Boy Sadikin, PDIP: Kuncinya di Presiden)

    Dalam pertemuan dengan Mega, mantan Bupati Belitung Timur itu mengusulkan tiga nama calon wakil gubernur. Ketiga nama itu, kata Ahok, adalah bekas Wali Kota Blitar Djarot Saiful Hidayat, mantan Wali Kota Surabaya Bambang D.H., dan Sarwo Handayani, anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan. (Baca: Usulan Ditolak, Ahok: Bu Mega Senyum-senyum Saja)

    Ahok melanjutkan ketiga nama tersebut sangat layak mendampinginya. Berdasarkan rekam jejak, menurut dia, ketiga nama yang diusulkan ke Mega itu sangat berpengalaman di eksekutif.

    Menurut Ahok, Mega menyerahkan sepenuhnya kepada dirinya dalam memilih wakil. Termasuk saat disodorkan ketiga nama tersebut. "Ibu Mega sih bilang terserah saya, tapi tolong juga dipikirkan, kan saya tidak di PDIP. Walaupun orang tahu saya dengan Bu Mega dekat, tapi kan yang lain merasa kok PDIP-nya hilang."

    Meski begitu, Ahok mengaku menunggu peraturan pemerintah keluar. Ia berharap peraturan keluar sebelum tanggal 6 Desenber. "Belum terima, ini lagi menunggu," ucapnya.

    Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Djohermansyah Djohan mengatakan verbal Peraturan Pemerintah telah rampung. Saat ini, draf tersebut sudah ada di tangan Presiden Joko Widodo. Jika tak ada halangan, hari ini peraturan tersebut akan ditandatangani oleh Jokowi. "Rencananya hari ini ditandatangani Presiden," kata Djohermansyah.

    ERWAN HERMAWAN

    Berita Terpopuler
    Pertimbangan MK Jika Jokowi Dimakzulkan
    Jurus Saling Kunci Jokowi dengan Koalisi Prabowo
    Usulan Ditolak, Ahok: Bu Mega Senyum-senyum Saja
    Ini Isi Surat Anas dan Akil ke Kepala Rutan KPK
    Kisruh Golkar, Akbar Ingin Bertemu Agung
    Ruhut: Demokrat Tolak Dukung Hak Interpelasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.